Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Mantan PM Inggris Pastikan Negaranya Ikut Menyerang Irak Karena Tertipu AS

Published 07/11/2017 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

London, LiputanIslam.com –  Mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dalam bukunya yang berjudul “My Life, Our Times” dan dipublikasi pekan ini membuat pernyataan kontroversial di tengah publik Inggris bahwa Amerika Serikat (AS) telah menggunakan tipu daya untuk melibatkan Inggris dalam serangan ke Irak.

Seperti dilansir Guardian, Minggu (5/11/2017), Brown menjelaskan bahwa Kemhan AS Pentagon mengetahui bahwa Baghdad saat itu tidak memiliki senjata pemusnah massal tapi tidak memberitahukan fakta ini kepada Inggris.

Brown yang menjabat menteri keuangan Inggris ketika terjadi perang Irak pada tahun 2003, dan menggantikan Tony Blair sebagai perdana menteri Inggris pada tahun 2007 menyatakan bahwa laporan dinas intelijen AS mengenai dugaan adanya senjata pemusnah massal di tangan rezim mendiang Saddam Hossein sama sekali tidak diserahkan kepada pemerintah Inggris, dan seandainya hal ini terjadi maka akan terjadi perkembangan sesuai skenario lain.

Sesuai data-data yang dimilikinya, Brown berkesimpulan bahwa intervensi militer bukanlah cara terakhir atau reaksi yang tepat, dan akibat manipulasi AS itu Inggris bergabung dalam operasi militer sebelum menggunakan cara damai dalam perlucutan senjata.

Brown mengatakan bahwa selaku menteri keuangan saat itu dia paling banyak memiliki data-data intelijen dari badan-badan pemerintahan Inggris lainnya, tapi dinas rahasia Inggris MI-6 memastikan kepadanya bahwa ada bukti-bukti kuat bahwa Baghdad memiliki senjata pemusnah massal.

Namun, lanjutnya, dia lantas meninjau “bukti-bukti” itu setelah dia meninggalkan jabatannya sehingga kemudian berkesimpulan, “Kita semua telah disesatkan mengenai adanya senjata pemusnah massal.”

Brown menunjuk pada sejumlah dokumen penting mulai September 2002 yang disiapkan oleh Menhan AS saat itu, Donald Rumsfeld, dan telah bocor tahun lalu. Menurut Brown, jelas bahwa bukti “keberadaan WMD lemah, bahkan dapat diabaikan dan di area-area utama tidak ada”.

Brown juga mengungkapkan bahwa ketika mulai memegang jabatan perdana menteri Inggris pada 2007 dia berencana menarik tentara Inggris keluar dari Irak jauh sebelum AS, namun dia mengurungkan rencana ini sampai tahun 2009 agar tidak terlihat terlalu kontras antara kebijakannya dan kebijakan pendahulunya, Tony Blair. (mm/guardian)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Amerika - Eropa

Usai Kematian Bos Wagner, Putin Wajibkan Kelompok Bersenjata Mengangkat Sumpah Setia

By Muhammad
Amerika - Eropa

Ngeri, Ada 120,000 Kuburan Baru Digali, Korban Tewas Tentara Ukraina Capai 350,000

By Muhammad
Amerika - Eropa

‘Ditusuk’ Sekutu Sendiri, Ukraina Disebut AS Pelaku Serangan ke Kremlin

By Hadi
Amerika - Eropa

Presiden Ukraina Minta Iran Stop Suplai Drone Mematikan ke Rusia

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account