Amazon Cabut Bebas Ongkir Konsumen karena Isi Alamat ‘Wilayah Palestina’

0
101

Kardus-kardus pengiriman Amazon di New York City, AS. (Photo by AFP)

Ramallah, LiputanIslam.com–Perusahaan retail AS, Amazon, mencabut promosi bebas ongkir bagi konsumen Palestina yang tinggal di pemukiman ilegal Israel karena mengisi alamat ‘Wilayah Palestina’, bukan Israel.

Pihak Amazon menyatakan pada Jumat (14/2) bahwa jika warga Palestina itu mengubah alamatnya dan memilih Israel sebagai “negaranya”, ia dapat menikmati promosi bebas ongkir tersebut.

Sebuah investigasi yang dilakukan oleh Financial Times menemukan bahwa perusahaan e-commerce itu memang telah meluncurkan promosi bebas ongkir di Israel sejak mereka memasuki pasar negara itu pada November lalu.

Promosi itu juga diberlakukan kepada warga pemukiman ilegal Israel di kawasan pendudukan Palestina. Namun, pembeli yang tinggal di sana dan memilih alamat “Wilayah Palestina” dikenakan biaya pengiriman hingga $24.

Juru bicara Amazon, Nick Caplin, mengatakan kebijakan itu terkait dengan “masalah logistik” dan “bukan karena pertimbangan lain”.

“[Promosi ini] tidak termasuk Wilayah Palestina, karena kami tidak dapat menjamin standar tinggi dalam pengiriman yang diharapkan pelanggan Amazon,” sebutnya kepada Middle East Eye (MEE) dalam pernyataan melalui email.

Kebijakan Amazon ini menerima banyak kritik dari para pakar dan organisasi HAM.

“Saya marah, namun tidak terkejut mendengar bahwa Amazon mendiskriminasi orang Palestina seperti ini,” kata direktur komunikasi organisasi Jewish Voice for Peace, Granate Kim, kepada MEE.

“Amazon pada dasarnya mendorong warga Palestina untuk memilih ‘Israel’ sebagai alamat mereka untuk mendapatkan promo bebas ongkor. Perusahaan seperti Amazon perlu dimintai pertanggungjawaban atas praktik menjijikkan tersebut dan kami sedang berbicara dengan mitra-mitra kami sekarang untuk mencari cara untuk melakukan itu,” tambahnya. (ra/presstv)

DISKUSI: