Al-Jazerra Gugat Israel atas Tewasnya Abu Akleh di Mahkamah Pidana Internasional

0
325

Doha,LiputanIslam.com-Stasiun televisi al-Jazeera telah menggugat Israel di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menyertakan bukti baru dalam kasus penembakan terhadap jurnalisnya, Shireeen Abu Akleh.

Dalam statemen yang dirilis Selasa (6/12), al-Jazeera menyatakan telah menyelidiki secara rinci kasus penembakan ini. Al-Jazeera mengumumkan telah mendapatkan kesaksian dan video yang menunjukkan Abu Akleh dan para koleganya ditembaki secara langsung oleh Tentara Israel.

Klaim Tel Aviv bahwa Abu Akleh tertembak secara tidak sengaja disebut al-Jazeera sebagai “klaim tak berdasar.”

Pengacara Al Jazeera, Rodney Dixon KC meminta ICC untuk mengidentifikasi mereka yang terlibat langsung dalam pembunuhan Abu Akleh dan menggugat mereka.

“Kami meminta investigasi yang mengarah pada tuntutan yang diajukan. Orang-orang yang bertanggung jawab harus digugat,” kata Dixon.

Abu Akleh ditembak di kepala oleh Tentara Israel pada 11 Mei saat dia meliput serangan di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat. Pada saat pembunuhannya, jurnalis berusia 51 tahun itu mengenakan rompi pers yang mudah dikenali.

Berbagai investigasi oleh organisasi independen dan media telah menyimpulkan bahwa Abu Akleh sengaja ditembak oleh pasukan Israel.

Setelah berkali-kali mencoba membantah, Tentara Israel pada September lalu mengakui bahwa Abu Akleh mungkin “secara tidak sengaja” terbunuh oleh tembakan Israel yang diarahkan “ke arah tersangka yang diidentifikasi sebagai orang Palestina bersenjata”.

Pejabat Palestina dan keluarga Abu Akleh mengatakan bahwa mereka yakin dia dibunuh dengan sengaja oleh pasukan Israel. Mereka menolak pernyataan Israel bahwa ada pejuang Palestina di sekitar tempat dia berdiri.

Banyak saksi dan penyelidikan atas insiden tersebut juga membantah klaim Israel, dengan mengatakan bahwa tidak ada pejuang Palestina di sekitar saat pembunuhan itu terjadi. (af/alalam/presstv)

DISKUSI: