Aktivis Anti-China di Hong Kong Diduga Warga Negara AS

0
76

Hong Kong, LiputanIslam.com—Aktivis anti-China di Hong Kong bernama Kong Tsung-gan diduga merupakan warga negara Amerika dan terafiliasi dengan figur separatis Hong Kong.

Berdasarkan investigasi oleh The Grayzone, pria yang mengaku sebagai warga asli Hong Kong ini telah menjadi sumber informasi utama bagi media Barat. Ia secara rutin disebut sebagai aktivis dan penulis akar rumput oleh media. Pernyataan-penyataannnya pun dikutip oleh sejumlah media berbahasa Inggris.

Menurut Grayzone, karakter tersebut telah diciptakan untuk menyebarkan propaganda anti-China dengan brand online-nya dan reputasinya yang tidak pernah diragukan oleh media arus utama Barat.

Sebagai pegiat medsos, konten yang ia fokuskan bertujuan untuk mendorong “perjuangan kebebasan” Hong Kong. Di saat yang sama, dia acapkali meminta AS untuk memberikan tekanan pada China.

Berdasarkan analisis dari Grayzone, nama asli Kong adalah Brain Kern, seorang mantan dosen di Red Cross Nordic United World College (UWCRCN).

Fakta tentang identitas Kong telah beredar di media sosial di Hong Kong akhir-akhir ini. Sejumlah warga setempat, yang berbicara dengan Grayzone, mengungkapkan kemarahan mereka atas “aksi penipuan” tersebut yang mereka anggap tidak etis.

Setelah kemunculan pertamanya di Twitter dengan nama pengguna @KongTsungGan pada Maret 2015, Kong kebanyakan mencuit tentang Tibet dan Gerakan Payung Hong Kong.

Pada suatu saat, dia mengubah avatar Twitter-nya dengan foto orang Asia yang tak dikenal. Kemudian ia mengubahnya menjadi foto Liu Xia, istri dari almarhum pemenang Hadiah Nobel, Liu Xiaobo, yang merayakan perang AS di Vietnam, Afghanistan, dan Irak.

Liu Xiaobo adalah seorang ideolog sayap kanan yang dianugerahi Penghargaan Demokrasi 2014 oleh National Endowment for Democracy, sebuah lembaga intervensi favorit pemerintah AS. (ra/presstv)

 

DISKUSI: