Ahli PBB: Kasus Assange Bikin Saya Takut Atas Sistem Demokrasi Kita

0
145

Julian Assange

London, LiputanIslam.com–Ahli dan reporter khusus PBB menyebut kasus penyiksaan pendiri Wikileaks Julian Assange telah membuatnya ketakutan mempelajari bagaimana sistem demokrasi Barat bekerja.

Selama bertahun-tahun, Nils Melzer adalah peneliti tindakan penyiksaan terhadap tahanan. Ia pun salah satu orang yang menyelami kasus Julian Assange yang menurutnya memiliki tanda-tanda “penyiksaan psikologis yang berkepanjangan” di penjara Inggris.

“Awalnya saya terkejut bahwa demokrasi yang matang dapat menyebabkan insiden seperti itu. Kemudian saya mengetahui bahwa itu bukan insiden. Sekarang, saya takut untuk mempelajari tentang demokrasi kita,” cuit pejabat PBB itu pada hari Minggu (10/5), setahun setelah kunjungannya ke penjara Belmarsh Inggris untuk menemui Assange.

Pada bulan April 2019, Assange dikeluarkan dari kedutaan Ekuador di London, tempat ia menjalani suaka selama bertahun-tahun. Dia kemudian dipenjara oleh Inggris dan diperlakukan seperti penjahat paling berbahaya bahkan ketika kesehatannya semakin memburuk. Ia juga dicari oleh pengadilan AS atas dugaan membocorkan data-data rahasia pemerintah AS.

WikiLeaks memang menjadi terkenal setelah mempublikasikan rekaman pembunuhan massal warga sipil di Baghdad oleh serangan udara helikopter AS. Organisasi ini juga merilis dokumen rahasia tentang perang AS di Irak dan Afghanistan. Jika Assange diadili di AS, ia akan terancam dijatuhi hukuman seumur hidup. (ra/rt)

 

DISKUSI: