ABC News: Intelijen AS Sudah Tahu Virus Corona dari ‘Wuhan’ Sejak November 2019

0
884

Washington, LiputanIslam.com–Pada akhir bulan November 2019, sebelum adanya laporan pasien virus corona di Wuhan, China, sejumlah pejabat intelijen AS  membuat laporan tentang sebuah wabah yang akan menyebar di Wuhan dan mengubah pola hidup, bisnis, dan populasi.

Menurut laporan ekslusif dari kantor berita AS, ABC News, yang diunggah pada tanggal 9 April 2020, laporan intelijen ini dibuat oleh National Center for Medical Intelligence (NCMI) dari militer Amerika.

Lembaga ini mengaku laporan tersebut didasarkan pada hasil analisis penyadapan komputer dan gambar satelit yang dilakukan oleh intelijen. Pada saat itu, mereka memperingatkan pemerintah AS tentang “penyakit yang tidak terkendali dan akan menimbulkan ancaman serius bagi pasukan AS di Asia”. Mereka juga menyampaikan gagasan tentang bagaimana pemerintah AS bisa meningkatkan upaya mitigasi dan pencegahan awal dalam menghadapi krisis ini.

“Analis [NCMI] menyimpulkan [wabah] ini bisa menjadi peristiwa bencana,” kata salah satu sumber anonim yang mengetahui laporan ini kepada ABC.

Sejak laporan itu disampaikan ke pemerintah pada bulan November, NCMI terus mengulangi penjelasan kepada para pembuat kebijakan di pemerintah federal serta Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih. Mereka juga menjelaskan secara terperinci tentang virus corona kepada Presiden AS Donald Trump, yang tercantum dalam Catatan Harian Presiden khusus masalah intelijen pada awal Januari.

“[Pengetahuan] intelijen [tentang virus dari Wuhan] ini mungkin jauh lebih dulu dari yang waktu kita mendiskusikan [masalah ke pemerintah],” kata sumber itu seperti dikutip ABC.

“Namun, laporan itu pasti sudah ada pada awal November sebagai sesuatu yang perlu diatasi oleh militer [AS],” lanjutnya.

Laporan NCMI ini tersedia secara luas untuk orang-orang yang berwenang mengakses dokumen intelijen. Sejak adanya kabar tentang laporan itu, sejumlah buletin dari komunitas intelijen lain mulai beredar melalui saluran rahasia di pemerintah AS sekitar masa Thanksgiving. Analisis dari buletin tersebut menilai bahwa pemerintah China sebenarnya sudah tahu tentang wabah corona sebelum bulan Desember, namun mereka merahasiakannya dari dunia luar.

Laporan eksklusif ABC News ini pun membuat Presiden Donald Trump gusar, sebab ia dikritik habis-habisan oleh lawan-lawan politiknya karena tidak menanggapi laporan itu

“… Itu ABC Fake News [Kantor berita palsu ABC]. Mereka tahu mereka berbohong ketika membuat cerita Hoax ini!” cuit Trump.

Menurut analisis dari RT News, laporan ABC ini tidak hanya membuat citra pemerintahan Trump buruk, tetapi juga mengangkat pertanyaan penting tentang timeline wabah corona. Dengan melihat waktu yang dibutuhkan bagi intelijen untuk membuat laporan, itu berarti mereka sudah tahu tentang bencana ini berminggu-minggu sebelum virus itu ditemukan oleh China sebagai patogen baru. Ini menyiratkan, sangat mungkin bahwa virus itu adalah buatan manusia. (ra/abc/rt)

DISKUSI: