2019, Kasus Bunuh Diri di Angkatan Udara AS Naik Hingga 40%

0
119

Washington, LiputanIslam.com—Kasus bunuh diri di antara anggota aktif Angkatan Udara AS telah mencapai titik tertinggi selama 30 tahun terakhir.

Selama tahun 2019 lalu, tercatat 84 kasus bunuh diri, seperti dilansir dari media AS, the Hill, pada Sabtu (8/2). Angka tersebut meningkat sekitar 0,40 persen dibandingkan lima tahun sebelumnya di mana jumlah bunuh diri berfluktuasi antara 60 dan 64.

“Bunuh diri adalah masalah nasional yang sulit tanpa solusi yang mudah diidentifikasi…,” kata Letnan Jenderal Brian Kelly, wakil kepala staf Angkatan Udara untuk tenaga kerja, personel dan layanan.

Pada bulan Juli lalu, Kepala Staf Angkatan Udara, Jenderal David Goldfein, mengumumkan kepada publik tentang bahaya kasus bunuh diri di institusinya. Ia menyebut bunuh diri adalah “musuh yang membunuh lebih banyak penerbang kita daripada musuh lain di planet ini.”

New York Times juga melaporkan bahwa bunuh diri lebih mematikan daripada peperangan, mengutip kesaksian peneliti Rand Corp.,Terri Tanielian, di kongres.

“Terdapat lebih dari 20 kematian sehari – dengan kata lain lebih banyak bunuh diri setiap tahun dari total kematian tentara Amerika di Afghanistan dan Irak,” tulis Times.

Menurut mantan psikolog militer dan ahli bunuh diri, David Rudd, masa perang yang panjang adalah faktor utama yang berkontribusi pada peningkatan bunuh diri di kalangan personil militer AS.

“Kita sudah berperang selama hampir 18 tahun sekarang,” tuturnya.

“Itu berarti kita sudah berada dalam tempo operasional yang tinggi dan berkelanjutan selama hampir dua dekade di militer, dan itu sulit untuk dikelola,” tambahnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI: