Gubernur New York Umumkan Penegakan “Agresif” Protokol Covid-19

0
50

New York, LiputanIslam.com–Gubernur New York Andrew Cuomo mengumumkan penegakan protokol Covid-19 yang “agresif” dengan menutup sejumlah zona bahaya di wilayah tersebut pada minggu ini.

Baru-baru ini, wilayah Queens, Brooklyn, Orange, dan Rockland menghadapi peningkatan kasus positif Covid-19. Area-area yang diidentifikasi akan menjadi target “penegakan langsung,” dengan memastikan pusat bisnis dan warga mematuhi peraturan social distancing dan lainnya.

“Pemerintah daerah belum melakukan pekerjaan yang efektif dalam penegakan kode pos zona bahaya ini. [Negara Bagian New York] akan melakukan penegakan hukum secara agresif mulai besok,” demikian tulis Cuomo pada hari Minggu (4/10) di Twitter setelah konferensi pers.

“Seperti yang kita lihat dengan bar dan restoran, ketika negara memulai tindakan penegakan hukum, kepatuhan meningkat pesat,” lanjutnya.

Cuomo menambahkan bahwa pemerintah negara bagian tidak mampu menegakkan kepatuhan “untuk setiap yurisdiksi.” Jadi, jika pemerintah daerah tidak dapat memastikan kepatuhan, pemerintah negara bagian akan “menutup semua aktivitas bisnis di zona bahaya.”

Sang gubernur telah mengidentifikasi 20 kode pos wilayah yang menghadapi lebih dari 20 persen kasus positif Covid-19. Wilayah-wilayah itu memiliki tingkat infeksi 4,8 persen.

Cuomo juga memperingatkan bahwa dia akan menutup sekolah yang tidak melakukan tes lebih dari yang dilakukan saat ini.

Sementara itu, Walikota New York City Bill De Blasio juga mengumumkan pada hari Minggu bahwa dia sedang mencari persetujuan gubernur untuk menutup sekolah dan bisnis non-esensial di sembilan kode pos di Brooklyn dan Queens.

“Kami mengalami masalah yang luar biasa, sesuatu yang belum pernah kami lihat sejak musim semi,” kata walikota kepada wartawan.

New York mengonfirmasi lebih dari 460.000 kasus Covid-19 dan lebih dari 25.000 kematian sejak Maret. (ra/rt)

DISKUSI: