Konflik Iran-AS Memanas, Rupiah Berpotensi Melemah

0
169

Sumber: harnas.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (9/1) pagi menguat ke posisi Rp 13.860 per dolar AS. Rupiah menguat 0,29 persen dibandingkan posisi sebelumnya Rp 13.900 per dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston menilai, meski rupiah pada pagi hari ini menguat, tapi masih berpotensi untuk melemah karena konflik antara Iran dan AS.

Baca: Rupiah Menguat ke Posisi Rp 13.975 per Dolar AS

Dia menyampaikan, pelaku pasar khawatir jika konflik antara kedua negara tersebut semakin memanas. Hal ini bisa memicu pelemahan rupiah.

“Kekhawatiran Pasar terhadap potensi konflik antara AS dan Iran masih ada sehingga mungkin rupiah dapat kembali melemah hari ini,” kata dia, Kamis (9/1).

Presiden AS Donald Trump menyebut serangan Iran ke pangkalan AS adalah langkah yang sia-sia. Dia megaku akan memberlakukan sanksi baru kepada Iran. Akan tetapi, dia belum menerangkan bentuk sanksi yang akan diberikan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS telah mengatakan tidak akan melakukan pembalasan terhadap serangan Iran.

Dalam hal ini, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah mengatakan, serangan balasan Iran ke AS berdampak pada pasar keuangan global.

“Serangan ke pangkalan AS di Irak Barat sebabkan tekanan ke semua pasar keuangan termasuk rupiah,” ucapnya.

Meski begitu, menurutnya, konflik Iran dan AS hanya akan menjadi sentimen sementara terhadap pelaku pasar.

“Jadi ini sebetulnya sebuah dinamika global memang harus kita waspadai tapi tidak membuat kita respon berlebihan. Karena ini kejadian-kejadian yang sifatnya sentiment dan bukan hal-hal fundamental,” ungkapnya.  (sh/cnnindonesia/cnbcindonesia)

 

 

DISKUSI: