Zarif: Sikap Iran Terkait JCPOA akan Masuki Babak Kedua

0
127

Tehran, LiputanIslam. Com—Dalam sebuah pertemuan dengan mitra Turkinya,  Mevlut Cavusoglu, di kota Isfahan pada Jum’at kemarin (21/6), M. Zavad Zarif menjelaskan sikap pemerintah Iran terkait JCPOA. Ia menyampaikan maksud surat Presiden Hassan Rouhani kepada para perwakilan anggota JCPOA,  surat yang awalnya ditujukan untuk Kepala Kebijakan Luar Negeri Eropa, Federica Mogherini.  Di dalam surat itu tertulis Iran akan mengambil tindakan fase kedua sebagai respon atas ketidaktegasan para anggota JCPOA terhadap Amerika.

Baca: Rusia, AS Sengaja Picu Ketegangan dengan Iran

“Fase pertama telah dimulai pada 8 Mei dan fase kedua akan dimulai pada 7 Juli mendatang,” tambah  Zarif.

Pada 8 Mei 2018, Presiden AS Donald Trump menarik negaranya keluar dari JCPOA, perjanjian nuklir setebal 159 halaman antara Iran dan Grup 5 + 1 (Rusia, Cina, AS, Inggris, Prancis, dan Jerman) mulai berlaku di Januari 2016.

Setelah penarikan AS, Iran dan beberapa negara yang tersisa menggelar pembicaraan untuk menyelamatkan perjanjian itu.

Namun, kegagalan UE untuk memastikan kepentingan ekonomi Iran memaksa Teheran untuk berhenti menghormati komitmen tertentu di bawah JCPOA pada 8 Mei 2019.

Iran juga telah menetapkan tenggat waktu 60 hari bagi para anggota JCPOA lainnya agar segera memenuhi kewajiban mereka.

Baca: Iran Sebut akan Hadapi Semua Ancaman AS dengan Tegas

Saat melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Layanan Tindakan Eksternal Eropa (EEAS), Helga Schmid, pada hari Sabtu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengingatkan UE bahwa tenggat waktu dua bulan tidak akan diperpanjang.

Untuk langkah pertama dalam menghentikan komitmen tertentu di bawah JCPOA, Iran telah berhenti untuk mematuhi batas pengayaan uranium dan mulai memproduksi air berat dalam jumlah tak terbatas di fasilitas nuklir Arak selama tenggat waktu 60 hari.  (Fd/Tasnim)

DISKUSI: