Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Menyedihkan, Yogya Juara Dua Daerah Intoleran se-Indonesia

Published 03/01/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
tolak kekerasan atas nama agama, foto: tempo.co
tolak kekerasan atas nama agama, foto: tempo.co

Yogyakarta, LiputanIslam.com — Wahid Institute menempatkan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daerah intoleran nomor dua se-Indonesia, akibat banyaknya kasus intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama sepanjang 2014. Hal ini sangat disayangkan mengingat dulu, Yogya dikenal sebagai kota yang sangat ramah dan toleran.

Selama tahun 2014, tercatat ada 21 kasus intoleransi dan pelanggaran kebebasan beragama yang dilakukan di Yogya, meningkat drastis dari tahun 2013 yang hanya pernah terjadi satu kasus serupa. Sedangkan urutan teratas, ditempati oleh Jawa Barat,  dengan 55 kasus pelanggaran.

“Kami menduga hal ini terjadi karena polisi tidak punya nyali untuk bertindak tegas, dan pemerintah daerah juga selalu ragu-ragu dalam menyikapi isu yang berbasis agama,” ujar peneliti dari Wahid Institute, M. Subhi Azhari, seperti dilansir thejakartapost.com, 2 Januari 2015.

Subhi mengatakan bahwa dari 21 kasus yang dilakukan di Yogyakarta, 11 diantaranya adalah kasus antara Islam dan Kristen, seperti penyegelan gereja, pelarangan perayaan Paskah bersama di Gunungkidul dan serangan di rumah Pendeta Rosario.

“Pemerintah Provinsi dan Kepolisian Yogyakarta telah melanggar hak asasi manusia karena mereka tidak bisa melindungi hak rakyat untuk kebebasan beragama dan berkeyakinan,” kritiknya.

Dia menyatakan keprihatinan melihat Yogyakarta, yang telah lama terkenal sebagai miniatur Indonesia dalam hal toleransi, kini justru menunjukkan tingginya kasus intoleransi. Karena itulah, Subhi mendesak pemerintah daerah dan kepolisian untuk memastikan masyarakat setempat memiliki kebebasan untuk menjalankan agama masing-masing, jika masih ingin mempertahankan Yogyakarta sebagai kota yang toleran.

Wahid Institute menyebutkan, sepanjang tahun 2014 terdapat 158 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia, menurun dari 245 kasus yang dilaporkan pada tahun 2013.

“Kami merekomendasikan kepada pemerintah pusat dan DPR agar memantau pemerintah daerah dalam isu-isu berbasis agama, dan ini merupakan kewenangan pemerintah pusat,” ujar dia, memberi saran.

Lembaga ini juga mendesak polisi untuk punya nyali untuk melindungi kelompok minoritas dan untuk menghindari berpihak dengan pelaku kekerasan, lalu mengklaim hal tersebut dilakukan demi keamanan dan ketertiban.

Sementara itu, anggota DPRD Yogyakarta dari PDI Perjuangan, Chang Wendriyanto, menyatakan hal yang senada. Menurutnya, pihak Pemprov tidak pernah bertindak tegas untuk melindungi kelompok minoritas.

Dia juga mengkritik Kepolisian di  Yogyakarta karena tidak serius dalam menangani kasus-kasus kekerasan terhadap kebebasan beragama. Dewan legislatif provinsi telah berulang kali memanggil Kapolda untuk mendengar penjelasan, tetapi panggilan itu tidak dipenuhi, dan masalah juga tidak dituntaskan. Bahkan, ia dan timnya pernah menyambangi Kapolda di kantornya, namun hanya bertemu dengan wakil.

Sri Sultan: Kasus Intoleran Bersumber Dari Ketidak-sadaran Individu

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bahwa tindakan intoleransi masih dilakukan di provinsi ini karena masih ada oknum-oknum yang  tidak toleran.

“Ini merupakan masalah kesadaran individu,” kata Sri Sultan.

Dia menambahkan bahwa pemerintahannya akan mengambil tindakan hukum terhadap kelompok-kelompok intoleran, tetapi, lanjut dia, hal ini ini tidak akan berarti banyak jika masih ada orang-orang yang tidak memiliki kesadaran toleransi.

Sementara itu, secara terpisah Kepolisian Yogyakarta dalam laporan tahunannya mengatakan bahwa tidak ada pelanggaran hak asasi manusia telah dilakukan di provinsi ini pada tahun 2014, dan mengklaim bahwa serangan terhadap rumah Pendeta Rosario di Sleman adalah sebuah kejahatan biasa.

“Sama sekali tidak ada pelanggaran hak asasi manusia dari berbagai laporan yang disampaikan kepada Kepolisian,” jelas juru bicara Kepolisian DIY Ajun Komisaris Besar Polisi Anny Pudjiastuti. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account