Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Warga Australia Gelar Aksi Peringati Tewasnya Pengungsi Iran

Published 24/02/2014 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

demo baratiSidney, LiputanIslam.com — Ribuan warga Sidney, Australia menggelar aksi damai “terangi kegelapan” mengenang pemuda pencari suaka asal Iran yang tewas di pusat detensi Australia di pulau Manus, Papua Nugini, Minggu(23/2) kemarin. Para pengunjuk rasa berkumpul di Sidney, menyalakan lilin dan menagisi kematian pemuda pencari suaka asal Iran, Reza Barati, 23 tahun, di sebuah fasilitas detensi Australia.

Para pengunjuk rasa membawa foto Barati bertuliskan,”Kami tahu kamu disana, dan kami peduli.

The Guardian melaporkan sekitar 15.000 orang termasuk tokoh agama dan selebritas turut berpartisipasi dalam aksi damai yang diorganisir aktivis kelompok GetUp tersebut. menurut aktivis GetUp, banyak pula yang mengikuti aksi unjuk rasa melalui jejaring sosial, mem-posting foto lilin yang menyala sebagai bentuk  keperdulian.

“Malam ini, ribuan warga Australia berteriak untuk perubahan,” ungkap direktur nasional GetUp, Sam Mclean.”Kebenarannya adalah bahwa kami tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi di tempat tersebut. Pemerintah seolah “mematikan lampu”, menutup-nutupi sampai ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Awal bulan ini, Reza Barati, 23 tahun, tewas akibat luka parah di kepalanya setelah ribuan pencari suaka berusaha melarikan diri dari kamp detensi di Pulau Manus, lepas pantai Papua Nugini. Surat kabar Australia melaporkan bahwa kemungkinan Barati tewas karena kepalanya diinjak oleh penjaga saat ia jatuh tak berdaya.

Pada 21 Februari kemarin, warga Australia menggelar aksi yang serupa di pinggiran kota Sidney memprotes pembunuhan Barati. Para pengunjuk rasa menyalahkan politik imigrasi pemerintah dan menyerukan agar Perdana Menteri Tony Abbot mundur.

Di hari yang sama pula, unjuk rasa juga terjadi di Melbourne, menuntut penutupan pusat detensi pulau Manus dimana sekitar 1.300 pencari suaka dari berbagai negara diantaranya Afganistan, Sudan, Iraq, Iran, Lebanon, Pakistan, Somalia dan Suriah, ditahan di sana.

Fasilitas detensi ini adalah bagian dari kebijakan keras yang diterapkan Abbott terhadap para pencari suaka, termasuk pengungsi lintas batas dan para manusia perahu serta larangan bagi mereka untuk tinggal di Australia.(lb/presstv/theguardian)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account