Wapres: Hindari Narasi Ceramah yang Timbulkan Konflik

0
153

Sumber: LINE Today

Jakarta, LiputanIslam.com — Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengimbau kepada seluruh tokoh agama dan penceramah untuk menghindari narasi ceramah dan khutbah yang menimbulkan konflik dan permusuhan.

“Narasi kita dalam khutbah di masjid, di gereja, di dalam ceramah-ceramah kita harus kita hindarkan narasi-narasi yang menimbulkan konflik dan permusuhan,” kata Wapres Ma’ruf Amin saat menghadiri kegiatan jalan santai Interfaith Walk di Gedung Sarinah Jakarta, Minggu (17/11).

Kegiatan jalan santai tersebut sebagai bentuk kampanye perdamaian dalam menjaga kerukunan umat beragama, di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu pagi.

Wapres meminta ceramah keagamaan yang disampaikan harus bermuatan positif, sehingga menimbulkan rasa saling menghargai dan menghormati di kalangan masyarakat yang beragam kepercayaannya.

“Mari kita bangun rasa saling mengenal, saling mencintai, saling menyayangi, saling membantu, saling menolong. Narasi-narasi itu yang harus kita bangun ke depan. Kita sudahi narasi konflik, yang menimbulkan perbedaan,” ujar Wapres menegaskan.

Masyarakat menjadi faktor penting yang berperan dalam menciptakan kerukunan. Sehingga, Wapres Ma’ruf mengatakan, kerukunan antarumat beragama merupakan unsur utama dari terciptanya kerukunan nasional.

Baca juga: Komnas HAM Sebut Intoleransi Kalangan Terdidik Meningkat 50 Persen

Usai mengikuti jalan santai, Wapres Ma’ruf mengaku senang bisa mengikuti kegiatan yang sederhana namun bermanfaat besar bagi terciptanya kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

“Saya tidak pernah merasa sebahagia ini, karena memang ini merupakan upaya konkret untuk menyatukan seluruh potensi bangsa ini dari berbagai agama. Biayanya murah, tidak mahal, tapi manfaatnya besar,” kata Wapres di Jakarta, Minggu.

Interfaith Walk digagas oleh para pemuka dan tokoh lintas agama untuk membuat suatu kegiatan rutin yang dapat merekatkan seluruh unsur bangsa Indonesia. Kegiatan jalan santai antarkepercayaan itu pertama kali dilakukan di bawah koordinasi lembaga Nasaruddin Umar Office (NUO).

Ulama Nasaruddin Umar, yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, mengatakan gagasan Interfaith Walk tersebut akan diselenggarakan satu kali dalam setahun di setiap ibu kota provinsi dan kabupaten. (Ay/Antara)

DISKUSI: