Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Wanita Iran Raih Penghargaan Sains Paling Bergengsi

Published 13/08/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

mirzakhaniSeoul, LiputanIslam.com — Seorang wanita Iran yang bekerja di AS berhasil meraih salah satu penghargaan tertinggi di bidang sains, yaitu Fields Medal. Yang lebih mengagumkan adalah ia wanita pertama yang berhasil meraih penghargaan itu.

Sebagaimana dilaporkan BBC News hari ini (13/8), Prof Maryam Mirzakhani mendapat penghargaan atas karyanya di bidang ilmu “geometri kompleks”, yang merupakan bagian dari ilmu matematika.

Selain Mirzakhani, ilmuan lainnya yang meraih pengharaan serupa adalah Prof Martin Hairer dari  University of Warwick, Inggris, dengan karyanya dalam teori “random” yang berguna dalam pembuatan model cuaca.

Sebanyak 4 medali diberikan dalam Kongres Internasional Ahli Mathematika yang digelar di Seoul. Kongres tersebut digelar setiap 4 tahun sekali.

Diberikan olah satu komite yang dibentuk oleh organisasi ahli matematika dunia, International Mathematical Union (IMU), Fields Medal dianggap sebagai penghargaan Nobel di bidang ilmu matematika.

Penghargaan ini diadakan atas ide dari ahli matematika asal Kanada, John Fields, dengan nilai penghargaan sebesar 15.000 dollar Kanada (£8.000).

Penghargaan pertama diberikan pada tahun 1936 dan sejak tahun 1950 setiap 4 tahun sekali penghargaan diberikan kepada 2 sampai 4 ahli matematika.

Salah satu syarat pemenang penghargaan ini adalah usia di bawah 40 tahun, karena John Fields menginginkan pemenangnya termotivasi untuk meraih prestasi yang jauh lebih tinggi.

Dua ahli matematika lainnya yang berhasil meraih penghargaan adalah Dr. Artur Avila dari Brazil dan Prof Manjul Bhargava dari Princeton University, AS.

Prof Mirzakhani yang mengajar di Stanford University di California, AS, berhasil meraih rekor sebagai wanita pertama yang berhasil meraih penghargaan itu. Sebelumnya pada tahun 2013 ia memperoleh penghargaan Satter Prize bidang mathematika yang diberikan oleh American Mathematical Society.

Prof Dame Frances Kirwan, anggota tim penyeleksi peraih penghargaan dari University of Oxford, menyebutkan bahwa wanita telah memberikan kontribusi besar di bidang matematika selama beberapa abad.

Ia mencontohkan bahwa sekitar 40% sarjana matematika di Inggris adalah wanita, namun proporsinya menurun pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi seperti Ph.D.

“Saya harap penghargaan ini akan menginspirasi lebih banyak wanita di negeri ini dan di seluruh dunia untuk percaya dengan kemampuan mereka dan meraih penghargaan  dan Fields Medal di masa depan,” kata Prof Kirwan.

Prof Sir John Ball, ahli matematika dan mantan Presiden IMU lainnya, setuju bahwa kemenangan Prof Mirzakhani merupakan sesuatu yang “penting dan fantastis”. Ia juga memuji Mirzakhani sebagai seorang ahli matematika wanita yang brilian.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account