Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Wabah Penyakit Ginjal Aneh Melanda Amerika Tengah

Published 12/06/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

penguburanChichigalpa, LiputanIslam.com — Juan Salgado telah bekerja sebagai pekerja pabrik gula saat berumur 16 tahun di sebuah kota di kota Chichigalpa di dekat pantai Pasifik Nicaragua, tahun 1966. Pada tahun 2001 ia mulai menderita sakit di bagian ginjalnya yang membuat dokter melarangnya untuk bekerja. Teman-teman kerjanya bahkan mengalami penyakit ginjal yang lebih parah, sebagian hingga meninggal.

“Saya tahu banyak teman-teman saya yang telah meninggal, dan saya juga tahu beberapa yang tidak lagi bisa bekerja karena penyakit itu,” kata Salgado (65 tahun).

Itulah wabah penyakit ginjal yang oleh para ahli disebut sebagai “penyakit ginjal kronis yang tidak diketahui penyebabnya” atau CKDu. Di antara penduduk desa di Nikaragua penyakit ini dikenal dengan nama “creatinina”. Selama 2 dekade terkhir ini telah lebih dari 20.000 orang meninggal karena penyakit ini di Amerika Tengah, demikian perkiraan para ahli medis. Namun cakupan sebenarnya dari penyakit ini masih belum diketahui.

Penyakit ini tidak berkaitan dengan diabetes atau hipertensi sebagaimana umumnya, dan mengincar utamanya pada anak-anak muda. Penyakit ini terutama mengincar para pekerja pemotong tebu untuk pabrik-pabrik gula di El Salvador, Nikaragua dan Costa Rica.

Para ahli percaya penyakit ini memiliki kaitan dengan pekerjaan. Salgado dan penduduk lokak sendiri percaya bahwa para pemilik pabrik-pabrik gula itu mengetahui sebenarnya penyebab wabah penyakit misterius ini. Namun ironisnya, industri gula kini aktif menggalang penelitian untuk mencari penyebab penyakit tersebut, menimbulkan kekhawatiran hasil penelitian-penelitian tersebut tidak lagi obyektif.

“Ini adalah masalah yang komplek. Akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menemukan penyebab penyakit ini, namun yang terpenting adalah kita telah bertekad untuk menemukannya,” kata Dr. Reina Turcios-Ruiz, penasihat di Centers for Disease Control and Prevention’s Central America Regional Office di Guatemala.

“Tidak ada investigasi ilmiah yang bisa menemukan hubungan antara aktifitas industri gula dengan penyakit ini di Amerika Tengah,” kata Ariel Granera Sacasa, jubir perusahaan gula Nicaragua Sugar Estates Limited, said in an e-mail. Perusahaan inilah yang memiliki bekerja selama berpuluh tahun.

Daniel Brooks dari Boston University of School of Public Health mengatakan, di AS penyakit sejenis membunuh korbannya pada usia antara 70 dan 80 tahun. Namun di Amerika Tengah korbannya meninggal pada umur 40 hingga 50 tahun.

Tidak ada tanda-tanda khusus dari penyakit ini. Ketika penderita mulai mengalami gangguan seperti tekanan darah tinggi dan sakit kepala, sebagian fungsi ginjal penderitanya telah hilang. Demikian kata Brooks, yang tengah mempelajari penyakit ini.

“Epidemik ini adalah penyakit karena pekerjaan dengan beberapa kemungkinan penyebabnya yang terkait dengan lingkungan. Faktor-faktor misterius ini mungkin adalah pestisida, arsenik, agen-agen penyebab infeksi, penggunaan nephrotoxic, dan polusis lingkungan. Namun faktor utama lainnya adalah dehidrasi kronik,” kata Catharina Wesseling, peneliti di Universidad Nacional in Heredia, Costa Rica.

Namun perhatian tidak ayal diarahkan juga oleh publik kepada Monsanto, produsen bahan-bahan insektisida dan rekayasa genetis asal Amerika yang produk-produknya banyak digunakan dalam industri agrikultural di Afrika Tengah. Kritikan terhadap produk-produk Monsanto juga tengah ramai di beberapa negara Amerika Selatan, termasuk El Salvador yang tahun lalu mengeluarkan larangan bagi produk pestisida buatan Monsanto, Roundup, sebagaimana produk-produk pestisida lainnya.

Langkah serupa juga tengah dilakukan pemerintah Brazil, ketika Jaksa Agung negeri ini mendesak Badan Pengawas Kesehatan untuk mengevaluasi kembali beberapa bahan berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, termasuk glyphosate yang terdapat dalam produk-produk insektisida buatan Monsanto. Bahan ini dicurigai menjadi penyebab penyakit ginjal yang telah menewaskan ribuan orang di El Salvador, Sri Lanka, Nicaragua, Costa Rica, dan India.(ca/bbc/russia today)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account