Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

UU Baru Saudi: Reformasi adalah Terorisme

Published 03/02/2014 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

demonstrasi saudiRiyadh, liputanislam.com — Sebuah undang-undang baru Saudi Arabia yang kontroversial akhirnya mulai diberlakukan sejak Sabtu (1/2). Dalam undang-undang baru itu setiap tuntutan reformasi bisa dianggap sebagai kejahatan serius setara kejahatan terorisme.

Undang-undang yang diusulkan “Dewan Menteri” dan ditandatangani Raja Abdullah pada bulan Desember 2013 lalu itu mulai diberlakukan pada hari Sabtu (1/2). Dalam undang-undang baru yang terdapat 40 klausal itu dinyatakan bahwa setiap tindakan yang “melawan” negara dan rakyat, termasuk seruan perubahan pemerintahan (reformasi), dapat dituntut dengan undang-undang terorisme. Undang-undang tersebut juga memberi kewenangan aparat keamanan dan inteligen untuk mendobrak rumah warga dan menyadap komunikasi warga sebagaimana juga aktivitas internet warga.

Para aktifis HAM telah melakukan kritik keras terhadap undang-undang tersebut, menuduhnya sebagai upaya kerajaan untuk mempertahankan kekuasaannya di tengah-tengah gelombang tuntutan reformasi demokrasi di negara tersebut.

Aktivis Saudi, Abdulaziz al-Shubaily, menyebut undang-undang tersebut sebagai ” bencana”. Sementara Adam Coogle dari Human Rights Watch mengatakan:

“Undang-undang tersebut bersifat draconian dalam semangatnya maupun dalam teksnya, dan ada alasan kuat untuk khawatir bahwa pemerintah akan dengan mudah menggunakannya untuk melawan oposisi damai.”

Saudi Arabia telah memenjarakan sejumlah besar aktifis, ulama, pengacara dan jurnalis karena tuntutan reformasi yang mereka serukan. Selama 10 tahun terakhir pemerintah Saudi juga telah menahan ribuan rakyatnya dengan tuduhan terkait terorisme. Para aktifis HAM mengatakan bahwa kebanyakan tahanan tersebut sebenarnya adalah aktifis politik.

Kelompok-kelompok pejuang HAM dunia memperkirakan terdapat tidak kurang dari 40.000 tahanan politik di Saudi, sebagian besar dari mereka ditahan tanpa proses pengadilan.

Sejak bulan Februari 2011 atau seiring munculnya gerakan demokrasi di negara-negara Arab (Arab Springs), sering terjadi aksi-aksi demonstrasi damai menuntut reformasi politik, terutama di kota-kota di Provinsi Saudi Timur, wilayah kaya minyak yang mayoritas berpenduduk Syiah. Dalam aksi-aksi tersebut aparat keamanan selalu menanggapinya dengan keras hingga jatuh korban jiwa beberapa pengunjung rasa.(ca/press tv)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account