Utang Pemerintah Naik Jadi Rp 4.814 Triliun

0
150

Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Jumlah utang pemerintah per November 2019 naik menjadi Rp 4.184,31 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp 4.756,13 triliun. Utang pemerintah tercatat naik sebesar Rp 58,18 triliun dibandingkan Oktober 2019.

Sementara itu, jika dibandingkan November 2019, utang pemerintah naik sebesar RP 418,34 triliun. Dengan jumlah utang tersebut, rasio utang saat ini terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 30,03 persen.

Baca: Sri Mulyani: Posisi Utang Pemerintah Masih Aman

Adapun jumlah utang pemerintah pada November 2019 terdiri dari pinjaman sebesar Rp 770,04 triliun dan surat berharga negara (SBN) Rp 4.044.27 triliun. Pinjaman tersebut terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp 8,09 triliun dan pinjaman luar negeri Rp 761,85 triliun. Sementara SBN terdiri dari denominasi rupiah sebesar Rp 2.978,74 triliun dan valas sebesar Rp 1.065,53 triliun.

Meskipun terjadi peningkatan, rasio utang pemerintah dinilai masih aman. Sebab, dalam UU 17/2013 tentang Keuangan Negara, batas maksimal utang pemerintah adalah 60 persen dari PDB. Sedangkan sampai sekarang, rasio utang baru mencapai 30,03 persen.

Terkait pembiayaan utang, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat, realisasi pembiayaan utang pemerintah per November 2019 mencapai Rp 442 triliun. Angka tersebut di atas target pembiayaan tahun ini sebesar Rp 359 triliun.

“Realisasi pembiayaan sampai 30 November 2019 Rp 442 triliun atau sudah di atas target pembiayaan tahun ini,” kata Sri Mulyani, Kamis (19/12).

Pembiayaan utang pemerintah pada November 2019 setara dengan 123,3 persen terhadap APBN. Angka tersebut naik 21,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Realisasi pembiayaan utang ini karena ada front loading. Jadi akhir tahun sudah fully funded,” ujarnya.  (sh/cnnindonesia/detik)

DISKUSI: