Usulan Bank Dunia Dinilai Berisiko bagi Industri Baja Nasional

0
94

Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Asosiasi Industri Besi dan Baja Nasional (IISIA) menilai usulan Bank terhadap Indonesia akan berisiko bagi industri baja jika diterapkan oleh pemerintah.

Bank Dunia memberikan penjelasan pada awal September 2019 tentang resiko dan implikasi ekonomi global terhadap Indonesia. Dalam penjelasan tersebut, diusulkan bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memperbaiki defisit transaksi berjalan, Indonesia perlu meningkatkan investasi atau Foreign Direct Investment (FDI).

Baca: Indonesia Ekspor Girder Baja ke Filipina

Bank Dunia menerangkan bahwa sistem peraturan di Indonesia terlalu banyak dan rumit, seperti proses penetapan standar nasional Indonesia dan perizinan importasi. Hal ini dianggap menghabiskan waktu yang lama.

Dalam hal ini, Bank Dunia mengusulkan penghapuan Pertimbangan Teknis dari Kementerian Perindustrian dan skema pemeriksaan sebelum pengiriman (pre-shipment inspections).

Akan tetapi, menurut Ketua IISIA sekaligus Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Silmy Karim, usulan tersebut sangat berisiko bagi industri dasar seperti baja dan petrokimia.

Dia menilai, usulan Bank Dunia itu baik, tapi pemerintah harus mengerti bahwa masih ada beberapa industri yang masih membutuhkan pemerintah untuk keberlangsungannya.

“Perwakilan dari investor yang berasal dari Korea dan Jepang, menyampaikan kekhawatirannya akan investasi yang sudah ditanamkan di Indonesia, jika pemerintah tidak menjaga industri yang sudah ada dan beroperasi di Indonesia,” ujarnya, Sabtu (28/9). (sh/ekonomi.bisnis/detik)

 

DISKUSI: