Usai Najaf, Konsulat Iran di Karbala Kembali Terbakar

0
136

Karbala,LiputanIslam.com—Insiden pembakaran konsulat Iran di Najaf terjadi pada 27 November dan 1 Desember lalu, dua hari pasca perdana menteri Irak memilih menanggalkan jabatannya sebagai pemimpin Irak.

Sekumpulan orang yang mengaku sebagai demonstran kembali melakukan aksi serupa terhadap konsulat Iran di Karbala pada Selasa (3/12). Para pejabat di Karbala mengklaim korban jiwa yang tewas akibat pembakaran itu adalah para petugas keamanan.

Dalam sebuah wawancara degan al-Monitor pada pertengahan November, kepala deputi keamanan Karbala menyebut adanya penyusup di antara para demonstran yang memiliki agenda tertentu dan meneriakkan sentimen anti-Iran.

Aksi demonstrasi di Irak awalnya dipicu oleh penentangan terhadap praktik korupsi yang dilakoni oleh para pejabatnya. Namun, aksi massa perlahan-lahan mulai bergeser dan menjadi aksi anti-Iran.

Baca: Politisi AS Sebut Amerika Inginkan Perubahan Rezim di Iran

Insiden gejolak anti-Iran di Irak mulai tumbuh usai ketegangan antara Washington-Tehran semakin meningkat dan munculnya upaya dari Arab Saudi, sebagai koalisi Amerika di Timur Tengah, untuk membendung pengaruh Iran di Kawasan.

Saat ini, dua negara yang memiliki hubungan baik dengan Iran, termasuk Irak dan Lebanon, dilanda aksi massa dengan pola yang serupa.

Iran adalah satu-satunya negara di kawasan yang berani menentang hegemoni Amerika di Timur Tengah dan dunia. Akibatnya, Amerika menjatuhkan sanksi ekonomi maksimum terhadap Tehran, dengan cara mengembargo ekspor minyak Iran hingga mencapai nol persen. Amerika berjanji akan mencabut sanksinya terhadap Iran jika negara itu mau mendengarkan permintaan Amerika.

Hingga saat ini, Iran masih belum mau menerima tawaran Amerika dan menyebut tidak akan mau berunding jika Amerika tidak kembali pada kesepakatan JCPOA yang pernah disepakati bersama. (fd/al-monitor)

DISKUSI: