Usai Kematian Al-Baghdadi, Peneliti Swedia Prediksi Kebangkitan Daesh ‘3.0’

0
158

Potret Abu Bakr al-Baghdadi. Sumber: ABC News

Stockholm,LiputanIslam. Com—Presiden AS, Donald Trump, telah mengklaim kematian pimpinan kelompok teroris Daesh, Abu Bakar al-Baghdadi. Trump menyebut al-Baghdadi tewas di tempat persembunyiannya di Suriah.

Merespon klaim itu, seorang peneliti bidang terorisme asal Swedia, Magnus Ranstorp dari National Defense College memperingatkan bahwa kelompok teroris Daesh versi ‘3.0’ akan bangkit bersama dengan pemimpin barunya.

Dia menyebut, Daesh masih jauh dari musnah sekalipun kekhalifahannya di Irak dan Suriah telah berhasil dilumpuhkan.

“Kelompok itu tidak bergantung pada satu pemimpin. Bahkan mereka tidak bergantung dengan sosok al-Baghdadi saat dirinya masih hidup. Presiden Trump mungkin akan memanfaatkan kejadian ini untuk meningkatkan elektabilitasnya saat pemilu mendatang,” ucapnya dalam sebuah wawancara bersama NRK.

“Daesh akan muncul kembali. Akan ada Daesh versi ‘3.0’ dengan pemimpin yang baru. Kini, para pemimpin baru itu sedang menunggu untuk mengambil alih kekuasaan,” tambahnya.

Menurut Ranstorp, Daesh telah menyebarkan ancaman kekhalifahan sejak 2015 dengan cara membangun kemampuan leadership dan unit-unit baru. Ideologi Daesh masih ada dan banyak materi-materi propagandanya tersebar secara online. Bahkan, Al-Baghdadi pun telah menunjuk mantan tentara Irak, Abdullah Qardash yang dikenal dengan julukan The Professor sebagai penggantinya.

Baca: Sepinya Sensasi Berita Kematian Al-Baghdadi

Ranstorp meramalkan langkah Daesh ke depan yang akan menggunakan dua strategi yaitu, mengganggu rekonstruksi daerah yang dilanda perang dan membebaskan tahanan yang bisa diajak bergabung. “Ada orang-orang yang berafiliasi dengan Daesh hidup dalam bayang-bayang. Orang-orang ini masih hidup di berbagai tempat. Masalah ini masih jauh dari selesai,” tegasnya.

“Mereka membudayakan anak-anak untuk menjadi generasi penerus. Ini akan memakan waktu, tetapi ada orang-orang yang bekerja keras dalam hal ini di Suriah dan beberapa tempat lainnya ”, Ranstorp menyimpulkan, merujuk pada kamp untuk pengantin dan anak-anak Daesh.

Setelah kematian al-Baghdadi, sejumlah negara, termasuk Inggris dan Filipina, telah meningkatkan keamanan nasionalnya.(fd/Sputnik)

DISKUSI: