Trump: Media Berusaha Kaitkan Saya dengan Aksi Teror Selandia Baru

0
118

Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump mengkritik media Amerika yang disebutnya “bekerja lembur” mengaitkannya dengan serangan teror di Selandia Baru.

“Media Berita Bohong bekerja lembur menyalahkan saya atas serangan mengerikan di Selandia Baru.  Mereka harus bekerja sangat keras untuk membuktikan itu. Sangat konyol!” tulisnya dalam sebuah cuitan pada Sabtu (17/3).

Para jurnalis media Amerika memang fokus memberitakan ‘menifesto’ yang dirilis oleh teroris bernama Brenton Tarrant. Di dalam manifesto itu, Tarrant menyebut Trump sebagai “simbol identitas kulit putih”. Akibatnya, sejumlah pihak menganggap Trump telah memicu penyebaran gerakan ekstrimisme kulit putih ke seluruh dunia.

Tak lama setelah serangan di masjid Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 49 orang, Trump menyatakan bahwa dirinya tidak melihat gerakan ekstrimisme kulit putih sebagai ancaman global.

Menurut Nihad Awad, direktur eksekutif badan HAM Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Trump adalah sosok yang “menormalisasi” Islamophobia.

“Dalam banyak serangan supremasi kulit putih kepada komunitas Muslim-Amerika, si penyerang seringkali menyebut-nyebut Trump dan kebijakannya,” kata Awad dalam konferensi pers pada Jumat di Washington. (ra/presstv)

 

DISKUSI: