Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Trump, Antara Keluar Dari Suriah Dan Memeras Arab Saudi

Published 05/04/2018 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Belakangan ini beredar kabar bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk menarik pasukan negara ini dari Suriah.

“Saya ingin keluar, saya ingin membawa pasukan kami pulang ke rumah,” kata Trump kepada wartawan sembari mengklaim bahwa negaranya sudah “hampir menyelesaikan tugas mengalahkan ISIS”.

Seperti dilansir USA Today, dalam konferensi pers bersama para pemimpin negara-negara Baltik di Washington, Selasa 3 April 2018, dia juga mengatakan, “Kami akan membuat keputusan dengan sangat cepat, berkoordinasi dengan orang lain di daerah itu, seperti apa yang akan kami lakukan.”

Dalam pernyataan itu dia juga menyinggung keinginan Arab Saudi supaya pasukan AS tetap dipertahankan di Suriah. Dan menariknya, dia tak segan-segan mengatakan bahwa Saudi harus bersedia membayar AS jika memang menghendaki demikian.

Dia kemudian mengeluhkan terhamburnya dana miliaran USD untuk urusan Timur Tengah, sedangkan dana itu akan lebih baik jika digunakan untuk proyek-proyek domestik.

Karena itu, pertanyaan yang lebih patut dikemukakan sekarang bukan mengenai sejauhmana kesungguhan Trump untuk menarik pasukannya dari Suriah, melainkan kapan AS puas dan berhenti memeras Arab Saudi?

Berbagai pihak di dalam maupun di luar negeri AS menilai masih terlalu dini bagi negara ini untuk menarik pasukannya dari Suriah. Jadi bukan hanya Saudi yang keberatan, meskipun Trump hanya menyebutkan nama Saudi.

“Jika Kerajaan Arab Saudi menginginkan kebertahanan kami di Suriah maka ia harus membayar minimal 4 miliar USD,” ujarnya.

Ketamakan Trump sudah melampaui batas. Apa yang ada di benaknya hanyalah jual beli, agen, dan komisi. Kebijakan internasional di matanya hanya alat hitung. Dia memandang dunia hanya sebagai angka, sebagaimana dia memandang negara-negara sekutunya hanya sebagai sapi perah yang sebagian besar, kalau bukan semua, hasil perahannya harus masuk ke lumbung AS, entah dengan dalih perlindungan militer dan Iranfobia, ataupun tanpa dalih dan cukup dengan asumsi yang semata bertolak dari  rasisme semata bahwa Arab harus diperas.

Trump berkata sejujurnya ketika dengan tanpa rasa malu dia menyebut Saudi sebagai negara kaya, dan menilai AS harus memperoleh bagian dari kekayaan ini. Celakanya lagi, Trump bahkan tak segan-segan memamerkan papan demi papan transaksi persenjataan AS dengan Saudi tepat di depan hidung  Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman yang menemui Trump di Washington.

Trump menyatakan negaranya telah menghabiskan dana US$ 70 miliar di Suriah, dan US$ 7 triliun lain di Timteng selama beberapa dekade silam.  Celakanya, dana itu tidak menghasilkan apa-apa kecuali kehancuran berbagai negara serta kematian serta kesengsaraan banyak orang, dan dia seolah lupa bahwa korbannya adalah bangsa-bangsa Arab dan Muslim.

Washington rugi triliunan Dolar AS akibat kebodohan, arogansi, rasisme, dan kebenciannya kepada Arab dan umat Islam. Visi AS untuk Timteng mengacu hanya pada interes Israel semata sehingga interesnya sendiri bahkan dikorbankan.

Trump sama sekali tidak berhenti berupaya menguras habis kekayaan Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk lainnya, sebab upaya ini selalu mendapat respon yang sepenuhnya positif dari mereka. Aksi pemerasan ini dimulai dari transaksi senjata dan investasi untuk penyediaan lapangan kerja bagi para pengangguran di AS, dan akan berujung pada undang-undang JASTA yang menuntut pembayaran ganti rugi korban tragedi teror 11 September 2001 oleh sebagian besar negara Arab Teluk yang dituduh terlibat dalam serangan ini. Perkiraan awal menyebutkan bahwa ganti rugi bisa mencapai US$ 5 triliun. Mengerikan.  (mm/usatoday/rayalyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account