Tokoh Agama Serukan Jaga Papua Tanah Damai

0
71

Sumber: kemenag.go.id

Jayapura, LiputanIslam.com– Para tokoh lintas agama menggelar pertemuan dan bersama-sama menyerukan kepada segenap masyarakat untuk menjaga kedamaian dan kerukunan Papua. Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pendeta Hizkia Rollo menegaskan komitmen untuk Papua. Menurutnya, apapun alasannya semua pihak harus menjaga Papua sebagai tanah damai.

“Papua sudah ditetapkan sebagai Tanah Damai. Kita tidak boleh mengalah pada strategi dan cara apapun. Apapun alasan dan kepentingannya, pimpinan agama harus tetap menjadikan Papua Tanah Damai. Kita para tokoh lintas agama menyatakan sikap bahwa damai dan kerukunan adalah harga mati,” ucapnya di Jayapura, Papua pada Rabu (4/9).

Hal senada juga disampaikan Uskup Jayapura, Leo Laba Ladjar yang menyatakan bahwa kerukunan harus dilakukan terhadap siapapun. “Bukan sesuku tetapi yang berdekatan. Rukun dulu, bangun kerukunan. Kerukunan dan kedamaian jangan hanya membatasi diri pada satu agama atau suku, tapi pada siapapun yang membutuhkan,” ungkapnya.

Pertemuan yang dihadiri FKUB Provinsi Papua dan para tokoh lintas agama tersebut menghasilkan seruan sebagai berikut:

  1. Tokoh lintas agama menghimbau seluruh elemen masyarakat agar menjaga dan mempertahankan “Papua Tanah Damai”,
  2. Doa dan puasa lintas agama tanggal 6 September 2019,
  3. Menolak demonstrasi pada situasi dan kondisi saat ini di Papua, karena beresiko pada anarkisme,
  4. Menolak rasisme antar elemen masyarakat di Indonesia,
  5. Asrama mahasiswa agar dikelola oleh kepala asrama yang juga bertugas administratif dan membina, dan perlu ada asrama bersama mahasiswa lintas semua suku, agama dan ras,
  6. Tokoh lintas agama di Tanah Papua meminta agar Menteri Komunikasi dan Informatika membuka pembatasan akses internet di Papua.

Baca: Khofifah Harap Persaudaraan Papua dan Jatim Tumbuh Subur

Hadir juga Ketua PGGP Papua Pdt. M.P.A. Maury,  Uskup Jayapura, Uskup Leo Laba Ladjar, OFM, Sekretaris MUI Provinsi Papua Saifullah, Ketua PHDI Provinsi Papua I Komang A. Wardana, Majelis Buddhayana Indonesia Ponco Winata, Wakil Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua H. Musa Rumbaru, Ketua FKUB Provinsi Papua Pdt. Lipiyus Biniluk (aw/Kemenag/beritabuana).

DISKUSI: