Sumber: inews.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini di angka 5 persen. Proyeksi tersebut tidak jauh beda dengan proyeksi Badan Kebijakan Fiskal (BKF) di angka 5,08 persen.

Akan tetapi, menurut Pengamat Ekonomi Bhima Yudhistira, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan turun di bawah 5 persen. Hal ini merupakan pekerjaan rumah besar bagi Presiden Jokowi dengan kabinet barunya.

Baca: Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diprediksi di Angka 5,08 Persen

“Iya, bahkan bisa dibawah 5 persen. Sisa waktu kan tinggal 2 bulan efektif, jadi tidak banyak yang bosa dilakukan,” kata Bhima, Senin (21/10).

Bhima menilai, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik harus diperkuat. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli dan kepercayaan konsumen.

“Saran saya yang penting jaga daya beli dan kepercayaan konsumen. Stabilitas politik dan keamanan jadi kunci utama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKF Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi tidak akan berubah di angka 5,08 persen.

Suahasil mengatakan, estimasi tersebut masih sesuai dengan kondisi ekonomi global. Dia optimis ekonomi Indonesia 2019 akan tumbuh sesuai dengan target. (sh/liputan6/ekonomi.bisnis)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*