The Times: Canggihnya Modus Pembunuhan Fakhrizadeh Pertanda Dunia Masuki Era Baru

0
507

NewYork, LiputanIslam.com –    Surat kabar The Times terbitan London, Inggris, Selasa 8 Desember 2020, memuat sebuah artikel karya Roger Boyes yang menyebutkan bahwa telah tiba era baru di mana pembunuhan dengan menggunakan kecerdasan virtual berteknologi kendali jarak jauh seperti yang telah menimpa ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh.

Sembari mengutip pepatah Arab bahwa jika Anda ingin membunuh ular maka Anda harus memenggal kepalanya, Roger menyatakan bahwa itulah yang terjadi dalam pembunuhan zaman sekarang, dan ini bahkan melampaui adegan film horor Hollywood.

Menurutnya, keadaan telah berubah berkat teknologi canggih dari kecerdasan artifisial ke perangkat pengawasan dan pelacakan korban, serta teknologi kendali jarak jauh untuk senjata presisi tinggi. Tugas menjadi mudah sekaligus menggoda.

Dalam artikel berjudul “Era Pembunuhan AI Telah tiba”, jurnalis Inggris itu menyarankan para petinggi militer, intelijen, dan politisi perlu mengadakan pertemuan dengan pengacara dan pakar etika untuk membahas batas-batas pembunuhan di era baru ini, karena sekarang tidak mengenal batasan.

Dia mencatat bahwa proses pembunuhan sedemikian teliti sehingga istri ilmuwan nuklir Iran yang bersamanya di dalam mobil tidak terluka, sehingga diyakini bahwa serangan itu menggunakan teknologi pemindai wajah.

Roger menambahkan bahwa kesalahan langsung ditujukan pada Israel, dan jika operasi itu memang dirancang oleh regu pembunuh Kidon milik dinas rahasia Israel, Mossad, maka ini akan dianggap sebagai kegagalan total dinas intelijen Iran.

Dia juga menyebutkan bahwa badan-badan Israel bekerjasama dengan CIA dalam operasi semacam itu, sementara Amerika Serikat (AS) melarang pembunuhan orang yang negaranya tidak sedang berperang dengan AS.

Roger menilai hal itu memberi peluang untuk memberikan bantuan dalam memantau target dan memberikan informasi tentang itu kepada otoritas Israel, seperti yang terjadi dalam pembunuhan petinggi Hizbullah Imad Mughniyeh, karena pemerintah AS di era George Bush menyetujui pemberian bantuan dengan syarat masalah itu tetap dirahasian, tidak ada orang lain yang terbunuh bersama target, dan AS tidak berpartisipasi dalam pembunuhan itu. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Senjata Yang Digunakan dalam Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Dipastikan Milik NATO

Tuding Israel Terlibat, Iran Identifikasi Para Perencana Pembunuhan Ilmuwan Nuklirnya

 

DISKUSI: