Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Ternyata Ini Sebab Menteri Susi Merokok

Published 31/10/2014 12 Min Read
Share
12 Min Read
SHARE

susi2Jakarta, LiputanIslam.com–Kontroversi seputar Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiatuti terus bergulir. Aksinya merokok di Iistana Negara usai acara pelantikan telah  mendatangkan kritikan dari banyak pihak, mulai dari ibu rumah tangga hingga ulama. Wartawan senior Uni Lubis berkesempatan menyampaikan langsung kritikan masyarakat kepada Susi. Berikut ini jawaban Susi, sebagaimana dicatat Uni Lubis di website pribadinya, unilubis.com.

Seorang teman saya berkomentar di Facebook, dia kesulitan menjawab pertanyaan anaknya yang baru berumur 10 tahun, ketika melihat berita TV soal Menteri Susi merokok. Saya sampaikan ini ke Mbak Susi. Tanggapan dia, “Smoke is not good. I’ve tried to quit. But not easy. I will try. But, I’ve asked media not to publish that picture.”   Mbak Susi menceritakan suasana sore itu, usai pengumuman kabinet Jokowi. Begitu Presiden meninggalkan lokasi dan mempersilahkan media mewawancarai menteri-menterinya, dia salah satu yang diserbu banyak wartawan. Sejak dua hari sebelumnya wartawan sudah memburu Mbak Susi setelah namanya muncul dalam daftar yang beredar di masyarakat.

Diburu wartawan, meladeni pertanyaan itu melelahkan. Apalagi para menteri harus berada di istana dua-tiga jam sebelum pengumuman. Sejak dipanggil Jokowi, Kamis (23/10), jadwalnya kian padat. Mbak Susi harus menyiapkan perusahaan yang selama ini diurus detil, sebagai direktur utama, untuk diserahkan pengelolaannya ke orang lain yang dia percayai. Presiden meminta semua menterinya berkonsetrasi penuh untuk kerja, kerja, kerja. Susi segera melepas jabatan di perusahaan yang meliputi bisnis aviasi, perikanan, sekolah pilot dan survei udara.

“Sore itu rasanya, ….saya ini nggak pernah mimpi menjadi menteri. Jadi, sesudah pengumuman di istana, after that big moment, saya cuma ingin sendiri. Saya cari tempat agak mojok, di sudut. Lelah, ingin merokok. Beberapa media mengikuti. Saya sudah minta media jangan diambil gambar dong. Saya nggak mau kasi contoh merokok. Just give me a break. Sebentar. Jangan dimuat ya. Eh dimuat. Rame kan. Media nakal-nakal ya? “ Susi melanjutkan, “mengapa yang dikorek-korek selalu masalah pribadi saya? Tolong disampaikan, media please help me, instead of bullying me. Help me to do my job.”

Uni Lubis adalah wartawan yang datang ke Aceh sehari setelah tsunami, bersamaWakil Presiden saat itu, Jusuf Kalla. Usai melihat situasi yang sangat mencekam pasca tsunami, Uni mengirim SMS ke banyak orang dengan harapan ada upaya penggalangan bantuan. Pesan itu salah satunya sampai kepada Susi. Tak lama kemudian, Susi mengontak Uni.

“Mbak Uni, saya ingin menerbangkan pesawat saya ke Banda Aceh dan Meulaboh. Tapi, pesawat saya masih menyicil ke bank. Perusahaan asuransi di London tidak mau menanggung kalau terjadi apa-apa dengan pesawat ini. Saya perlu semacam dukungan surat dari pemerintah. Ijin menerbangkan pesawat ke daerah yang tengah dalam bahaya,” kata Mbak Susi. – See more at: http://unilubis.com/2014/10/30/kontroversi-menteri-susi-pudjiastuti/#sthash.FtfMiRZ6.dpuf

“Mbak Uni, saya ingin menerbangkan pesawat saya ke Banda Aceh dan Meulaboh. Tapi, pesawat saya masih menyicil ke bank. Perusahaan asuransi di London tidak mau menanggung kalau terjadi apa-apa dengan pesawat ini. Saya perlu semacam dukungan surat dari pemerintah. Ijin menerbangkan pesawat ke daerah yang tengah dalam bahaya,” kata Susi, seperti dikutip Uni.

Uni pun menyambungkan Susi dengan Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, dan masalah izin terselesaikan. Sepanjang 2005 Susi mengoperasikan dua pesawat Cessna yang baru dibelinya tahun 2004 itu untuk melayani kebutuhan pasca tsunami di Aceh. Dua pekan pertama semuanya gratis. (dw)

– See more at: http://unilubis.com/2014/10/30/kontroversi-menteri-susi-pudjiastuti/#sthash.FtfMiRZ6.dpuf

Seorang teman saya berkomentar di Facebook, dia kesulitan menjawab pertanyaan anaknya yang baru berumur 10 tahun, ketika melihat berita TV soal Menteri Susi merokok. Saya sampaikan ini ke Mbak Susi. Tanggapan dia, “Smoke is not good. I’ve tried to quit. But not easy. I will try. But, I’ve asked media not to publish that picture.”   Mbak Susi menceritakan suasana sore itu, usai pengumuman kabinet Jokowi. Begitu Presiden meninggalkan lokasi dan mempersilahkan media mewawancarai menteri-menterinya, dia salah satu yang diserbu banyak wartawan. Sejak dua hari sebelumnya wartawan sudah memburu Mbak Susi setelah namanya muncul dalam daftar yang beredar di masyarakat.

Diburu wartawan, meladeni pertanyaan itu melelahkan. Apalagi para menteri harus berada di istana dua-tiga jam sebelum pengumuman. Sejak dipanggil Jokowi, Kamis (23/10), jadwalnya kian padat. Mbak Susi harus menyiapkan perusahaan yang selama ini diurus detil, sebagai direktur utama, untuk diserahkan pengelolaannya ke orang lain yang dia percayai. Presiden meminta semua menterinya berkonsetrasi penuh untuk kerja, kerja, kerja. Susi segera melepas jabatan di perusahaan yang meliputi bisnis aviasi, perikanan, sekolah pilot dan survei udara.

“Sore itu rasanya, ….saya ini nggak pernah mimpi menjadi menteri. Jadi, sesudah pengumuman di istana, after that big moment, saya cuma ingin sendiri. Saya cari tempat agak mojok, di sudut. Lelah, ingin merokok. Beberapa media mengikuti. Saya sudah minta media jangan diambil gambar dong. Saya nggak mau kasi contoh merokok. Just give me a break. Sebentar. Jangan dimuat ya. Eh dimuat. Rame kan. Media nakal-nakal ya? “ Susi melanjutkan, “mengapa yang dikorek-korek selalu masalah pribadi saya? Tolong disampaikan, media please help me, instead of bullying me. Help me to do my job.”

– See more at: http://unilubis.com/2014/10/30/kontroversi-menteri-susi-pudjiastuti/#sthash.FtfMiRZ6.dpuf

Seorang teman saya berkomentar di Facebook, dia kesulitan menjawab pertanyaan anaknya yang baru berumur 10 tahun, ketika melihat berita TV soal Menteri Susi merokok. Saya sampaikan ini ke Mbak Susi. Tanggapan dia, “Smoke is not good. I’ve tried to quit. But not easy. I will try. But, I’ve asked media not to publish that picture.”   Mbak Susi menceritakan suasana sore itu, usai pengumuman kabinet Jokowi. Begitu Presiden meninggalkan lokasi dan mempersilahkan media mewawancarai menteri-menterinya, dia salah satu yang diserbu banyak wartawan. Sejak dua hari sebelumnya wartawan sudah memburu Mbak Susi setelah namanya muncul dalam daftar yang beredar di masyarakat.

Diburu wartawan, meladeni pertanyaan itu melelahkan. Apalagi para menteri harus berada di istana dua-tiga jam sebelum pengumuman. Sejak dipanggil Jokowi, Kamis (23/10), jadwalnya kian padat. Mbak Susi harus menyiapkan perusahaan yang selama ini diurus detil, sebagai direktur utama, untuk diserahkan pengelolaannya ke orang lain yang dia percayai. Presiden meminta semua menterinya berkonsetrasi penuh untuk kerja, kerja, kerja. Susi segera melepas jabatan di perusahaan yang meliputi bisnis aviasi, perikanan, sekolah pilot dan survei udara.

“Sore itu rasanya, ….saya ini nggak pernah mimpi menjadi menteri. Jadi, sesudah pengumuman di istana, after that big moment, saya cuma ingin sendiri. Saya cari tempat agak mojok, di sudut. Lelah, ingin merokok. Beberapa media mengikuti. Saya sudah minta media jangan diambil gambar dong. Saya nggak mau kasi contoh merokok. Just give me a break. Sebentar. Jangan dimuat ya. Eh dimuat. Rame kan. Media nakal-nakal ya? “ Susi melanjutkan, “mengapa yang dikorek-korek selalu masalah pribadi saya? Tolong disampaikan, media please help me, instead of bullying me. Help me to do my job.”

– See more at: http://unilubis.com/2014/10/30/kontroversi-menteri-susi-pudjiastuti/#sthash.FtfMiRZ6.dpuf

Seorang teman saya berkomentar di Facebook, dia kesulitan menjawab pertanyaan anaknya yang baru berumur 10 tahun, ketika melihat berita TV soal Menteri Susi merokok. Saya sampaikan ini ke Mbak Susi. Tanggapan dia, “Smoke is not good. I’ve tried to quit. But not easy. I will try. But, I’ve asked media not to publish that picture.”   Mbak Susi menceritakan suasana sore itu, usai pengumuman kabinet Jokowi. Begitu Presiden meninggalkan lokasi dan mempersilahkan media mewawancarai menteri-menterinya, dia salah satu yang diserbu banyak wartawan. Sejak dua hari sebelumnya wartawan sudah memburu Mbak Susi setelah namanya muncul dalam daftar yang beredar di masyarakat.

Diburu wartawan, meladeni pertanyaan itu melelahkan. Apalagi para menteri harus berada di istana dua-tiga jam sebelum pengumuman. Sejak dipanggil Jokowi, Kamis (23/10), jadwalnya kian padat. Mbak Susi harus menyiapkan perusahaan yang selama ini diurus detil, sebagai direktur utama, untuk diserahkan pengelolaannya ke orang lain yang dia percayai. Presiden meminta semua menterinya berkonsetrasi penuh untuk kerja, kerja, kerja. Susi segera melepas jabatan di perusahaan yang meliputi bisnis aviasi, perikanan, sekolah pilot dan survei udara.

“Sore itu rasanya, ….saya ini nggak pernah mimpi menjadi menteri. Jadi, sesudah pengumuman di istana, after that big moment, saya cuma ingin sendiri. Saya cari tempat agak mojok, di sudut. Lelah, ingin merokok. Beberapa media mengikuti. Saya sudah minta media jangan diambil gambar dong. Saya nggak mau kasi contoh merokok. Just give me a break. Sebentar. Jangan dimuat ya. Eh dimuat. Rame kan. Media nakal-nakal ya? “ Susi melanjutkan, “mengapa yang dikorek-korek selalu masalah pribadi saya? Tolong disampaikan, media please help me, instead of bullying me. Help me to do my job.”

– See more at: http://unilubis.com/2014/10/30/kontroversi-menteri-susi-pudjiastuti/#sthash.FtfMiRZ6.dpuf

Seorang teman saya berkomentar di Facebook, dia kesulitan menjawab pertanyaan anaknya yang baru berumur 10 tahun, ketika melihat berita TV soal Menteri Susi merokok. Saya sampaikan ini ke Mbak Susi. Tanggapan dia, “Smoke is not good. I’ve tried to quit. But not easy. I will try. But, I’ve asked media not to publish that picture.”   Mbak Susi menceritakan suasana sore itu, usai pengumuman kabinet Jokowi. Begitu Presiden meninggalkan lokasi dan mempersilahkan media mewawancarai menteri-menterinya, dia salah satu yang diserbu banyak wartawan. Sejak dua hari sebelumnya wartawan sudah memburu Mbak Susi setelah namanya muncul dalam daftar yang beredar di masyarakat.

Diburu wartawan, meladeni pertanyaan itu melelahkan. Apalagi para menteri harus berada di istana dua-tiga jam sebelum pengumuman. Sejak dipanggil Jokowi, Kamis (23/10), jadwalnya kian padat. Mbak Susi harus menyiapkan perusahaan yang selama ini diurus detil, sebagai direktur utama, untuk diserahkan pengelolaannya ke orang lain yang dia percayai. Presiden meminta semua menterinya berkonsetrasi penuh untuk kerja, kerja, kerja. Susi segera melepas jabatan di perusahaan yang meliputi bisnis aviasi, perikanan, sekolah pilot dan survei udara.

“Sore itu rasanya, ….saya ini nggak pernah mimpi menjadi menteri. Jadi, sesudah pengumuman di istana, after that big moment, saya cuma ingin sendiri. Saya cari tempat agak mojok, di sudut. Lelah, ingin merokok. Beberapa media mengikuti. Saya sudah minta media jangan diambil gambar dong. Saya nggak mau kasi contoh merokok. Just give me a break. Sebentar. Jangan dimuat ya. Eh dimuat. Rame kan. Media nakal-nakal ya? “ Susi melanjutkan, “mengapa yang dikorek-korek selalu masalah pribadi saya? Tolong disampaikan, media please help me, instead of bullying me. Help me to do my job.”

– See more at: http://unilubis.com/2014/10/30/kontroversi-menteri-susi-pudjiastuti/#sthash.FtfMiRZ6.dpuf

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account