Terkait Wacana Presiden Tiga Periode, Sekjen: SBY Tidak Tertarik

0
114

Sumber: Radar Bogor

Jakarta, LiputanIslam.com — Terkait wacana presiden tiga periode, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menegaskan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tidak tertarik untuk menjabat sebagai presiden tiga periode.

Hinca menekankan bahwa sikap Demokrat adalah menolak dengan keras pemilihan presiden oleh MPR, pemilihan kepala daerah oleh DPRD, dan seluruh pemilihan tidak langsung.

“Ini adalah demokrasi, harus dikembalikan kedaulatan kepada rakyat, tidak boleh diambil,” kata Hinca dalam arahan internal kepada DPD dan DPC Demokrat dari seluruh Indonesia di Jakarta, Rabu (11/12).

Sikap Demokrat lainnya yakni, menolak masa jabatan tiga periode.

“Pak SBY menyampaikan enough is enough, cukup dua periode karena kita punya pengalaman sejarah zaman sebelumnya,” ucapnya.

Seandainya ada yang mengatakan nanti SBY boleh maju lagi, Hinca menegaskan bahwa pihaknya akan mengatakan “tidak”.

“Kalau tidak, ya, dari kemarin saja. Jadi, kami tidak tergoda untuk jabatan presiden tiga periode, cukup dua periode,” kata Hinca.

Baca juga: Ahmad Basarah: Penambahan Masa Jabatan Presiden Tak Menjamin Kesinambungan Pembangunan

Sementara, Anggota Fraksi Partai Demokrat MPR RI, Irwan, pun menolak bila masa jabatan presiden RI diperpanjang hingga tiga periode. Ia menilai mekanisme itu berpotensi mengembalikan kekuasaan yang otoriter di Indonesia.

Wacana untuk kembali melakukan amendemen UUD 1945 terkait masa jabatan presiden menguat beberapa waktu belakangan. Beberapa pihak dikabarkan menghendaki batas maksimal masa jabatan presiden ditambah menjadi tiga periode.

“Upaya mengubah untuk maksud memperpanjang periode jabatan presiden menjadi 3 periode […] bisa dianggap sebagai upaya sistematik mengembalikan kekuasaan otoriter,” kata Irwan.

Irwan menjelaskan bahwa pembatasan masa jabatan presiden menjadi dua periode merupakan kesepakatan seluruh fraksi di MPR pada era awal reformasi. (Ay/Antara/CNN)

DISKUSI: