Terkait Papua, Polisi Temukan 20.000 Hoaks Selama 5 Hari

0
115

Jakarta, LiputanIslam.com-Selama 28 Agustus-1 September 2019, Pihak kepolisian menemukan konten negatif hoaks hingga 20.000 di media sosial terkait kasus Papua.

“Berarti 5 hari, naiknya 20.000 (konten). Bayangkan selama 5 hari bisa naik 20.000,” ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2019).

Menurut Dedi, hoaks tersebut paling banyak beredar di platform Twitter dan Facebook. Masifnya konten-konten negatif tersebut membuat Polri menilai pembatasan internet di Papua maupun Papua Barat belum bisa dicabut.

“Dengan pertimbangan itu, untuk sementara dibatasi dulu, enggak diblok, dibatasi dulu, guna menghindari berita-berita hoaks itu terus meluas di masyarakat sehingga justru bisa memicu kerusuhan,” kata Dedi.

Baca juga: Wiranto Sebut Benny Wenda Provokator Kerusuhan di Papua

Sementara Polri telah menetapkan 62 tersangka terkait kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Rinciannya, di Papua ada 38 tersangka, 28 tersangka kerusuhan di Jayapura, dan 10 di Timika.

Secara keseluruhan, para tersangka diduga melakukan perusakan, pembakaran, makar, penghasutan di muka umum, pencurian dengan kekerasan, dan kepemilikan senjata tajam. (Ay/Kompas)

DISKUSI: