Terkait Ledakan di Monas, Pengamat Sarankan Bentuk TGPF

0
144

Jakarta, LiputanIslam.com — Pengamat intelijen Ridlwan Habib mengimbau agar kejadian ledakan di Monas Selasa pagi jangan dianggap sebuah kelalaian biasa dan segera membentuk tim gabungan pencari fakta TNI dan Polri (TGPF).

“Kalau ini kita anggap sebagai kelalaian biasa, berarti kita menyepelekan, saran saya segera bentuk tim gabungan pencari fakta TNI dan Polri, kemudian nanti memberikan laporan ke publik supaya masyarakat tidak resah,” kata Ridlwan Habib di Jakarta, Rabu (4/12).

Kalau tidak didalami, lanjut Ridlwan khawatir akan memberikan dampak lanjutan, oleh karena masyarakat tidak tahu bagaimana sebenarnya kejadian ledakan tersebut.

Oleh karena itu, kalau informasi kejadian ledakan di Monas tidak klir sampai ke masyarakat, dikhawatirkan bisa juga dimanfaatkan oleh para pelaku teror seperti jaringan ISIS, mereka bisa “memboncengi” kejadian tersebut untuk melakukan teror.

Baca juga: Ledakan Granat di Monas, Dua TNI Akan Dimintai Keterangan

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan jika granat asap yang meledak di kawasan Monas pada Selasa pagi bukan milik kepolisian.

“Engga ada, Engga ada punya polisi. Siapa bilang punya polisi?” kata Yusri di Jakarta, Rabu.

Yusri mengatakan dugaan sementara penyebab ledakan yang melukai dua anggota TNI pada Selasa pagi adalah granat asap.

Meski demikian pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan barang bukti oleh Puslabfor Mabes Polri untuk memastikan sumber ledakan.

Yusri pun menegaskan tidak ada personel Korps Bhayangkara yang membawa granat asap saat bertugas mengamankan jalannya Reuni 212 pada 2 Desember 2019. (Ay/Antara)

DISKUSI: