Terkait Capim KPK, Kelompok Masyarakat Luncurkan Petisi ke Presiden

0
118

LiputanIslam.com-Tujuh kelompok masyarakat sipil meluncurkan petisi di laman change.org kepada Presiden Jokowi agar segera memerintahkan Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK tidak meloloskan orang yang tidak berintegritas.

“Melalui petisi ini, kami meminta Presiden Joko Widodo segera perintahkan Pansel KPK untuk tidak meloloskan calon pimpinan KPK yang terbukti tidak berkualitas maupun berintegritas atau setidaknya para calon pimpinan KPK yang tidak melaporkan harta kekayaannya, punya konflik kepentingan, dan rekam jejak buruk di masa lalu, tidak diloloskan dalam seleksi,” demikian tertulis dalam laman change.org yang dikutip di Jakarta, Minggu (25/8).

Baca juga: Soal Korupsi, Pansel Capim KPK Setuju Pernyataan Presiden Jokowi

Tujuh kelompok tersebut adalah Indonesia Corruption Watch, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas, dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi.

Menurut inisiator petisi Kurnia Ramadhana, petisi diluncurkan karena proses pemilihan pimpinan KPK 2019-2023 menyisakan banyak persoalan serius. Mulai dari panitia seleksi hingga para calon yang mendaftar. Salah satunya adalah meloloskan beberapa nama. Pertama, mantan Deputi Penindakan KPK Irjen Firli yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan, diduga melakukan pertemuan dengan salah seorang kepala daerah padahal kepala daerah tersebut sedang diperiksa oleh KPK dalam sebuah kasus.

Kedua, Wakabaresrkim Polri Brigjen Antam Novambar sempat diberitakan diduga melakukan intimidasi terhadap mantan Direktur Penyidikan KPK Endang Tarsa. Saat itu, diduga Antam meminta Direktur Penyidikan KPK bersaksi agar meringankan Budi Gunawan.

Sementara, Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mohammad Tsani Annafari sudah berjanji akan mundur sebagai penasihat KPK periode 2017-2021 bila ada orang yang cacat etik terpilih sebagai pimpinan KPK 2019-2023. (Ay/Antara)

DISKUSI: