Tepi Barat Disebut sebagai Ancaman Baru untuk Israel

0
420

Gaza,LiputanIslam.com-Statemen-statemen petinggi dan media Zionis mengungkap kecemasan Tel Aviv perihal potensi meledaknya situasi Tepi Barat dan munculnya intifada baru.

Al-Mayadeen melaporkan, para pejabat Israel, bahkan AS, sepakat bahwa Tepi Barat adalah bahaya dan tantangan besar bagi Rezim Zionis, apalagi dengan meningkatnya operasi yang dilancarkan warga Palestina terhadap orang-orang Zionis.

Staf Menlu AS untuk Timur Dekat, Barbara Leaf pada hari Sabtu lalu tiba di Timteng untuk bertemu dengan para petinggi Israel. Dalam pertemuan itu, kemungkinan mereka akan membahas gawatnya situasi keamanan Tepi Barat. Sebuah sumber Israel mengatakan,”AS sangat khawatir…Mereka percaya bahwa jika pergerakan ini terus berlanjut, situasi keamanan akan menjadi genting.”

Kekhawatiran ini mencuat di tengah bertambahnya operasi-operasi warga Palestina di Tepi Barat, terutama setelah Perang Pedang al-Quds. Kondisi terkini Tepi Barat membuat orang-orang Zionis di Tepi Barat, terutama provinsi-provinsi utara, ketakutan.

Media-media Israel melaporkan, foto-foto ratusan orang Palestina yang menyerang Tentara Israel denga batu dan peluru tidak lagi terbatas di Jenin dan Nablus saja. Dalam beberapa pekan terakhir, foto-foto serupa diambil dari setiap kota dan desa, bahkan di sekitar Quds.

Berdasarkan laporan, kebanyakan penembakan atau pelemparan bom molotov, yang terjadi hampir tiap malam, menyasar target-target militer Zionis. Terutama adalah menara-menara pengawas dan pos pemeriksaan Tentara Israel di Tepi Barat.

Lembaga-lembaga keamanan dan militer Zionis disebut “menyaksikan motivasi tinggi warga Palestina untuk melancarkan serangan.” Sebab itu, Tentara Zionis melakukan banyak penangkapan di Tepi Barat.

Dalam laporan Lembaga Riset Keamanan Nasional Israel tahun 2022 disebutkan, salah satu ancaman terpenting yang dihadapi Rezim Zionis adalah front domestik Palestina Pendudukan. Palestina disebut sebagai “tantangan berbahaya bagi Israel…Kondisi keamanan Tepi Barat menjadi genting. Namun Israel melalui aktivitas intensif pasukannya dengan koordinasi PNA berusaha mengendalikannya.”

Al-Mayadeen di akhir laporannya menyatakan, kondisi Tepi Barat berada di ambang ledakan. Hal ini telah membuat khawatir instansi-instansi keamanan Zionis. Bahkan mereka menilainya lebih berbahaya daripada Iran dan Hizbullah. Apalagi ada statemen-statemen tentang fasilitasi persenjataan untuk kubu Resistansi di Tepi Barat; sesuatu yang sebelum ini sudah pernah terjadi untuk kubu Resistansi di Gaza. (af/fars)

DISKUSI: