Tarif Cukai Rokok Naik, Gappri: Itu Beratkan Industri Tembakau

0
138

Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pemerintah memutuskan untuk menaikkan cukai rokok dengan rata-rata 23 persen di harga jual eceran (HJE) sebesar 35 persen. Keputusan tersebut dinilai akan memberatkan industri hasil tembakau (IHT).

Ketua Umum Asosiasi Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) Henry Najoan mengatakan, selama ini kenaikan tarif cukai rokok di kisaran 10 persen. Kenaikan tarif 23 persen belum pernah dikomunikasikan dengan kalangan industri.

Baca: Simplifikasi Cukai Rokok Rugikan Petani dan Pabrik Kecil

“Kenaikan 10 persen itu angka yang moderat bagi kami, ya meski berat,” ujar Henry, Sabtu (14/9).

Dia menuturkan, naiknya tarif cukai yang tinggi akan berdampak pada penurunan produksi IHT apalagi di tengah kondisi pasar yang lesu. Akibatnya, penyerapan tembakau, cengkih, hingga tenaga kerja akan menurun.

Keputusan menaikkan tarif cukai rokok ini merupakan hasil rapat terbatas yang dihadiri oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta para menteri kabinet kerja lain pada Jumat (13/9).

Dalam rapat tersebut ditetapkan bahwa kenaikan sebesar 23 persen untuk tarif cukai dan 35 persen untuk harga jual.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, keputusan tersebut sudah final dan akan dituangka dalam peraturan menteri keuangan (PMK).

“PMK akan kami berlakukan sesuai dengan keputusan Bapak Presiden mulai 1 Januari 2020. Pemesanan pita cukai bisa dilakukan di masa transisi,” kata dia. (sh/cnnindonesia/republika)

 

 

DISKUSI: