Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Tangan-Tangan Saudi di Suriah

Published 02/03/2017 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com–Di tengah memuncaknya konflik Aleppo, sebuah peringatan keras disampaikan oleh Michel Kilo, seorang tokoh oposisi Suriah terkemuka. Ia mengatakan kepada Arab Saudi bahwa akibat dari campur tangan Saudi di negaranya adalah sederhana: “malapetaka ini pada akhirnya akan berakhir menghancurkan kalian sendiri,” katanya.

“Jika aksi-aksi [terorisme] di negara kami tidak berakhir, [teroris] akan bergerak ke arah mereka dalam jumlah yang berlipat-lipat. Akhirnya mereka akan melihat apa yang akan mereka hadapi… mereka [Saudi] hidup hanya karena mereka memiliki uang.”

Peringatan dari Kilo – atau tepatnya, ancaman—terkait dengan hal yang menakutkan bagi negara-negara Teluk selama ini: dukungan Saudi dan negara-negara Teluk kepada para pemerontak melawan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, telah memperpanjang perang dan memiliki dampak yang tidak diperkirakan, yaitu negara-negara Teluk menghadapi arus balik kelompok-kelompok militan seperti ISIS dan Al Nusra yang kalah perang di Irak dan Suriah.

Menurut Soufan Group, ada 2.500 orang Saudi yang ikut dalam kelompok-kelompok teror, tertinggi di antara negara-negara Teluk. Dan saat ini sudah ada ancaman teror terhadap negara-negaar ini. Menurut pakar kontra-terorisme Dr Mustapha Alani dari Gulf Research Centre, Arab Saudi telah menahan 500 orang yang terkait dengan ISIS sejak 2014, tetapi serangan-serangan terus terjadi.

Pada Oktober 2016, Arab Saudi menahan 4 orang di provinsi Shaqra atas tuduhan merencanakan serangan di stadion al-Jawhara selama pertandingan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab atas perintah ISIS. Sebulan sebelumnya, ada 17 orang ditangkap terkait ISIS. Pada Juli, ada 3 serangan bom bunuh diri di Jeddah, Qatif dan Madinah. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab, namun kecurigaan jatuh pada ISIS.

Jaringan ISIS di Saudi tidaklah kuat, kata Alani, namun sel-sel kecil dan individu-individu masih beroperasi di negara itu. Mereka bukanlah mantan ISIS yang berperang di Suriah, namun orang-orang di dalam negeri yang dilatih secara buruk sehingga eksekusi aksi mereka pun buruk.

“Militan ini berasal dari kalangan yang tidak terdidik, terpinggirkan, dan mencari pamrih,” kata Alani.

Lalu bagaimana dengan dukungan Saudi yang disebut-sebut oleh Kilo? Pemerintah Saudi telah berkali-kali dituduh mendukung ISIS namun mereka selalu menampik. Pada bulan Oktober 2015, sebuah email yang dikirim oleh mantan Menlu AS, Hillary Clinton, mengungkap bahwa

“Kita perlu menggunakan diplomasi dan aset intelijen yang lebih tradisional untuk menekan pemerintah Saudi dan Qatar yang menyediakan dana dan logistik untuk gerilyawan ISIS dan kelompok radikal ‘Sunni’ di kawasan. [We need to use our diplomatic and more traditional intelligence assets to bring pressure on the governments of Qatar and Saudi Arabia, which are providing clandestine financial and logistic support to [IS] and other radical Sunni groups in the region]” demikian kata Clinton di dalam emailnya tersebut.

Perlu dicatat pula bahwa Saudi dan Qatar adalah mega-donor bagi yayasannya, the Clinton Foundation. Qatar telah memberikan antara 1 hingga 5 juta USD dan Arab Saudi telah mendonasikan uang hingga 25 juta USD kepada yayasan tersebut.

Dalam email lain yang dibongkar Wikileaks, email dari  Jake Sullivan, staf Clinton, memperlihatkan suka citanya atas keberhasilan kontrak dengan Arab Saudi, yaitu penjualan 80 pesawat tempur Boeing F-15SA bersama dengan upgrading 70 pesawat F-15, amunisi, suku cadang, training, perbaikan, dan logistik. Email itu diberi judul : “FYI — good news.” (kabar baik untuk Anda). Tentu saja ini kabar baik untuk Clinton, Arab Saudi, dan ISIS. Staf Clinton di kesempatan lain juga menyatakan, pengiriman senjata senilai 60 miliar dollar ke Saudi adalah ‘prioritas utama’.

Namun pemerintah Saudi dan sekutunya berkali-kali mengingkari bahwa mereka mengalirkan dana dan senjata kepada ISIS dan kelompok serupa, sedang AS menyatakan bahwa dana yang dialirkan ke medan perang Suriah datang dari ‘investor malaikat swasta’.

Sebaliknya, ISIS berulang-ulang mengecam legitimasi rezim Saud dan menyebutnya sebagai agen AS. Abu Bakr al-Baghdadi, yang mengangkat diri sebagai khalifah ISIS telah beberapa kali mengancam ISIS bahwa bahwa Najd dan Hijaz akan masuk ke dalam wilayah di bawah kekuasaan ISIS.

Agaknya, Saudi sedang menghadapi apa yang disebut ‘senjata makan tuan’.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account