Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Tamparan Keras Emir Qatar kepada Koalisi Arab Anti-Iran

Published 29/06/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com-Dalam sebagian besar momen-momen penting, khususnya momen keagamaan, Emir Qatar dan presiden Iran saling menelepon satu sama lain. Namun, hubungan telepon Emir Qatar dengan Presiden Rouhani saat Idul Fitri lalu mengandung banyak arti. Salah satu arti terkecilnya adalah kekalahan memalukan koalisi anti-Iran yang dikomandani Riyadh. Amerika, Israel, dan Arab Saudi menggantungkan banyak harapan pada koalisi ini. Namun, sama seperti koalisi-koalisi anti-Iran sebelumnya, koalisi ini sejak awal kemunculannya ibarat bayi yang cacat sejak lahir.

Kendati Saudi telah menghamburkan banyak uangnya, dan di lain pihak, Amerika serta Israel telah mengerahkan kemampuan lobi dan sumber daya politik mereka, tetap saja upaya mereka gagal. Para pemimpin negara-negara yang telah berkumpul di Saudi pulang ke negeri mereka tanpa menjalankan agenda yang disepakati di Riyadh!

Saat pertemuan di Riyadh, Amerika dan Saudi telah mendeskripsikan Iran, bukan Israel, sebagai musuh bersama Dunia Islam. Saat itu, mayoritas negara-negara Islam (tentu yang bisa disebut sebagai negara) terkesan mendukung tindakan Raja Salman, Muhammad bin Salman, dan Donald Trump ini.

Sama seperti sebelumnya, Saudi terkecoh oleh ‘senyum palsu’ para pemimpin negara-negara Islam tersebut. Saudi membayangkan, Qatar bisa didikte dengan memberikan tekanan terhadapnya. Saudi dan konco-konconya memblokade Qatar atas tuduhan dukungan terhadap terorisme. Mereka berharap negara-negara lain mengikuti jejak mereka.

Kenyataannya, negara-negara yang diharapkan Saudi mengekor tindakannya, justru memihak Qatar. Bahkan negara-negara seperti Turki dan Pakistan berencana untuk mengirim pasukan ke Qatar, untuk mengantisipasi jika di benak Saudi terlintas pikiran untuk mengadakan petualangan militer di negara tetangganya.

Iran berusaha bersikap netral agar kondisi Qatar tidak semakin runyam. Meski begitu, Teheran membantu Doha sebisa mungkin dan menolongnya untuk bertahan menghadapi kesewenangan saudara tuanya.

Situasi telah berkembang sedemikian rupa, sehingga andai Saudi menginvasi Qatar, itu akan diserupakan dengan kisah invasi Irak ke Kuwait. Pada akhirnya, orang-orang Saudi sadar bahwa kali ini mereka menemui jalan buntu.

Saudi menyampaikan sejumlah syarat melalui Kuwait untuk menormalisasi hubungan dengan Qatar. Mereka menyangka, Qatar akan bersedia menerima sejumlah syarat (seperti memutus hubungan dengan Iran dan menutup pangkalan militer Turki) dan tawar menawar untuk syarat-syarat lain. Namun, tanggapan Emir Qatar sungguh di luar dugaan Saudi.

Ketika presiden Mesir tidak mengucapkan selamat Idul Fitri kepada Qatar-negara tempat lebih dari 450 ribu keluarga Mesir mencari nafkah di sana-Emir Kuwait, salah satu sekutu regional Saudi, justru mengirim ucapan selamat kepada Emir Qatar. Emir Qatar juga secara terang-terangan mengungkap isi pembicaraannya dengan presiden Iran, yaitu berkaitan dengan peningkatan hubungan kerjasama kedua bilateral. Dengan cara ini, Emir Qatar menunjukkan tanggapan terhadap proposal Saudi, Bahrain, UEA, dan Mesir. Praktis dia menyuruh empat negara tersebut merobek proposal mereka dan membuangnya ke laut!

Tanggapan para pejabat Turki juga patut diperhatikan. Selain bereaksi keras terhadap proposal para negara pemboikot, Turki juga menyiratkan pesan ancaman kepada mereka.

Pengamat politik amatir sekalipun bisa memprediksi apa tanggapan Qatar terhadap proposal tersebut. Pada hakikatnya, proposal ini sama sekali tidak berkaitan dengan terorisme atau tuduhan-tuduhan lain yang dialamatkan ke Qatar. Semua itu adalah tanda upaya empat negara pemboikot untuk mendikte Qatar; sebuah tindakan yang tak akan diterima siapa pun, bahkan oleh negara yang kalah dalam perang sekalipun, apalagi oleh Qatar yang posisi tawarnya jauh lebih tinggi.

Tampaknya, para pemimpin empat negara ini harus memecat para konsultan mereka dan memilih konsultan-konsultan baru; konsultan-konsultan yang lebih berwawasan dan realistis. (af/alalam/sputnik)

(Ditulis oleh Emad Abshenash di situs Sputnik)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account