Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Suu Kyi Undang Investor untuk Berinvestasi di Rakhine

Published 22/02/2019 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Naypyidaw, LiputanIslam.com—Penasehat Negara (state counsellor) Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengatakan kepada para investor global untuk berhenti memfokuskan diri pada ‘aspek negatif’ di Rakhine, kawasan dimana 750.000 populasinya (etnis Rohingya) telah melarikan diri. Hal itu disampaikan Suu kyi saat membuka pameran investasi di pantai Ngapali pada hari Jumat (22/2). Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya praktik bisnis yang bertanggung jawab dan hanya menyinggung singkat konflik yang telah mengacaukan Rakhine dan sama sekali tidak menyebut Rohingya.

“Sudah terlalu lama, perhatian masyarakat internasional telah difokuskan secara sempit pada aspek-aspek negatif yang terkait dengan masalah di Rakhine utara daripada pada gambaran yang lebih besar yang menunjukkan potensi besar negara ini untuk perdamaian dan pembangunan,” kata Suu Kyi.

Eksodus Rohingya

Dalam pembukaan pameran investasi yang dihadiri oleh pejabat Myanmar, staf PBB dan investor serta diplomat yang sebagian besar dari Jepang, Korea Selatan, dan tempat lain di Asia itu, Suu Kyi mengatakan pemerintahnya mengakui ada “tantangan berat” yang tengah dihadapi di negara bagian Rakhine dan melakukan yang terbaik untuk mengatasinya. Etnis Rohingya disebut-sebut sebagai “minoritas paling teraniaya di dunia.” Sejak akhir 2017,  sekitar 750.000 etnis Rohingya telah melarikan diri dari negara bagian Rakhine ke Bangladesh, dengan membawa kisah-kisah pemerkosaan, penyiksaan, dan pembantaian di tangan pasukan keamanan Myanmar.

Myanmar membantah tuduhan itu dengan mengatakan bahwa pasukan keamanan mereka memerangi pemberontak bersenjata. Namun, misi pencari fakta PBB melaporkan tahun lalu bahwa kampanye militer 2017 dirancang dengan “niat genosida”.

Ramah investasi?

Peraih Nobel itu berjanji untuk membuat Myanmar lebih ramah investasi karena pemerintahnya berusaha mengembalikan gairah investasi di negaranya. Sejak eksodus Rohingya memicu kemarahan global, terjadi penurunan investasi asing. Uni Eropa telah memperingatkan akan memberlakukan sanksi perdagangan terhadap Myanmar, yang berpotensi melucuti negara itu dari akses bebas tarif ke blok perdagangan terbesar di dunia. Langkah-langkah tersebut dapat mencakup industri tekstil Myanmar yang menguntungkan dan berpotensi membahayakan ribuan pekerjaan.

Beberapa ahli memperingatkan fokus pada solusi ekonomi untuk masalah Rakhine dapat memperkuat marginalisasi Rohingya yang kebanyakan tidak memiliki kewarganegaraan.Sebuah laporan khusus Reuters pada bulan Desember mengungkapkan bahwa para pejabat telah membangun rumah baru bagi umat Buddha di mana Rohingya pernah tinggal, membuat kembalinya banyak pengungsi ke rumah asli mereka menjadi mustahil. (ra/aljazeera)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account