Survey: 85% Rakyat Kuwait Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

0
161

Potret Emir Kuwait, Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah.

Washington,LiputanIslam.com—Sebuah jajak pendapat yang baru-baru ini dilakukan oleh Washington Institute for Near East Policy menunjukkan bahwa 85 persen rakyat Kuwait menolak upaya normalisasi hubungan dengan Israel.

Portal Berita Online, Memo, melaporkan pada Sabtu (9/3) bahwa jajak pendapat itu juga menemukan sekitar 52 persen rakyat Kuwait mendukung Hamas, yang saat ini menguasai Jalur Gaza yang diembargo Israel. Sementara itu, 63 persen menerima usulan AS bagi negara-negara Arab agar terlibat dalam perundingan damai Israel-Palestina.

Hasil lainnya menunjukkan hanya lima persen rakyat Kuwait mendukung Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Rusia, Putin. Sementara itu, 64 persen mendukung Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

11 persen rakyat Kuwait memandang positif gerakan Hizbullah-Lebanon dan 25 persen terhadap gerakan Houthi di Yaman.

Tentang hubungan dengan Iran, 52 persen mengatakan Kuwait harus menjaga hubungan baik dengan Teheran.

Mayoritas besar rakyat Kuwait percaya bahwa pemerintah mereka tidak berniat untuk memerangi korupsi, sementara antara 30 hingga 40 persen percaya pemerintah mereka bekerja dengan baik terkait hak-hak perempuan, privasi dan masalah pajak.

Sekitar 36 persen orang Kuwait berpikir bahwa penting untuk mendengarkan mereka yang mencoba menjelaskan Islam dengan cara yang lebih moderat dan modern. Jajak pendapat juga menemukan bahwa 60 persen percaya reformasi politik dan ekonomi internal lebih penting daripada masalah kepentingan eksternal.(fd/memo)

DISKUSI: