Sri Mulyani: Pemerintah Waspadai Perkembangan Ekonomi Global

0
126

Sumber: sindonews.com

Jakarata, LiputanIslam.com— Perkembangan ekonomi global berdampak besar terhadap laju ekonomi Indonesia, khususnya perang dagang dan kebijakan-kebijakan negara maju.  Untuk itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah mewaspadai kondisi ekonomi global sebagai dasar dalam  asumsi makro untuk RAPBN 2020.

Sri Mulyani menerangkan, situasi global pada kuartal II 2019 berimbas pada penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 3,7 persen hingga 3,2 persen saat ini.

Baca: Kadin: Target Ekonomi 5,3 Persen Tidak Mudah Dicapai

“Penurunan ini akibat ketidakpastian global. IMF selalu sampaikan risiko yang potensial, salah satu yang sering disebutkan perang dagang dan kebijakan moneter negara-negara maju,” kata dia di Jakarta, Rabu (28/8).

Dia menjelaskan, perkembangan perang dagang As dan China menjadi sumber utama peningkatan risiko global. Selain itu, tekanan global juga disebabkan oleh kondisi politik antara Jepang dan Korea, situasi politik Argentina dan Hong Kong, serta kekhawatiran resesi AS.

“Kondisi ekonomi dunia confirmed melemah dan risikonya makin meningkat. Sumber risiko perekonomian global yang makin meluas terlihat dari ketidakpastian pengambilan kebijakan ekonomi secara global,” jelasnya.

Meski demikian, Sri Mulyani mengaku masih optimis perekonomian Indonesia akan baik-baik saja. Sebab, dengan pertumbuhan di atas lima persen, Indonesia masih relatif stabil dibandingkan dengan negara lain.

“Meski kondisi tidak pasti secara global, namun posisi Indonesia dalam posisi relatif lebih baik. Bahkan Indonesia bisa posisikan berbeda dari negara lain, di saat negara lain trennya merah ke bawah, Indonesia relatif stabil dengan pertumbuhan di atas lima persen pada lima tahun terakhir,” ujarnya.

Dia memproyeksikan pada 2020 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen, inflasi 3,1 persen, dan suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 5,4 persen. (sh/kontan/republika)

DISKUSI: