Sumber: Kompas

Sleman, LiputanIslam.com — Setelah menangkap PO di Puskesmas, Kecamatan Mlati, Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) di Kampung Kutuwates, RT 07, RW 10, Dusun Kragilan, Sinduadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (20/12), pukul 14.00 WIB.

Ketua RW 13 Kutungemplak Nur Hidayat (39) merupakan orang yang ditunjuk kepolisian sebagai saksi penggeledahan itu.

Berdasarkan pengamatan Nur, tim dari Densus 88 menggeledah satu per satu ruangan, mulai dari ruang belajar, ruang kantor PAUD, hingga ruang tidur PO dan anak-anaknya.

Sejumlah barang yang dibawa Densus, kata dia, di antaranya chargers telepon genggam, headset HT (handy talky), sebuah stik, sejumlah botol berisi cairan, sejumlah buku, serta empat paspor.

“Setelah semua dijajar di depan rumah, kemudian diindentifikasi tim Mabes Polri, lalu dipasang garis polisi. Setelah itu, saya diminta keluar,” kata Nur.

Baca juga: Amankan Ruang Siber dari Terorisme, BNPT dan BSSN Kerjasama

Nur mengatakan bahwa PO yang dahulu bekerja sebagai makelar motor merupakan warga asli setempat. Setelah menikah, dia bersama istrinya yang berinisial NA kemudian mendirikan PAUD berbasis keagamaan sejak 8 hingga 9 tahun yang lalu.

Menurut dia, PO memiliki sikap yang tertutup dan enggan bersosialisasi dengan warga sekitar. Sejak PAUD itu berdiri, PO juga dinilai memperlihatkan pandangan keagamaan yang berbeda dengan warga setempat pada umumnya.

“Dia tidak mau datang, misalnya ada warga yang meninggal dunia, kemudian dia tidak mau kumpul gotong royong dengan warga,” kata Nur. (Ay/Antara/Tagar News)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*