Setelah MK, Prabowo akan Konsultasi Cari Jalur Hukum Lain

0
130

Foto: Kompas

Jakarta, LiputanIslam. Com—Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan untuk menolak permohonan Paslon 02 terkait tudingan kecurangan dalam Pemilu 2019. Keputusan itu telah dibacakan oleh majlis hakim pada Kamis malam (27/6) di gedung MK,  Jakarta Pusat serta disiarkan langsung secara luas melalui saluran televisi.

Menyikapi penolakan itu,  Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan akan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Walaupun kami mnegerti bahwa keputusan tersebut sangat mengecewakan dan pendukung Prabowo-Sandi namun kami akan tetap patuh dan mengikuti jalur konstitusi yaitu Undang-Undang 45 dan sistem perundang-undangan yang berlaku,” ujar Prabowo dalam konferensi pers di kediamannya Kertenagara Jakarta, Kamis (27/6) malam.

Baca: Ridwan Kamil Himbau Masyarakat Move On dan Lupakan Cebong dan Kampret

Prabowo Subianto mengatakan pihaknya akan meneruskan konsultasi dengan tim hukum BPN Prabowo-Sandi.

“Tentunya sesudah ini kami akan segera berkonsultasi dengan tim hukum untuk meminta saran dan pendapat apa masih ada langkah hukum atau langkah konstitusi yang bisa ditempuh, kami juga akan mengundang seluruh pimpinan koalisi untuk bermusyawarah,” kata Prabowo Subianto.

Akibat pernyataannya itu,   oleh pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani,  Ray Rangkuti,  Prabowo dinilai kurang ‘legowo’ menerima kekalahannya dalam kontestasi Pilpres 2019. Pasalnya,  pasca pengumuman itu,  Prabowo juga enggan memberikan ucapan selamat kepada Pasangan Jokowi -Ma’ruf.

“Dengan tidak keluarnya ucapan selamat datang untuk pemenang,  itu hanya akan membuat Citra negatif buat Prabowo kalau dia tidak legowo,  tidak suka karena tidak menerima kekalahan. ” ucapnya seperti dilansir Republika , pada Jum’at.  (ay/Tribun/Republika)

DISKUSI: