Setelah Golan, Israel Minta Trump Akui Penjajahannya di West Bank

0
100

Bezalel Smotrich, Anggota Parleman dari kelompok ekstremis Yahudi.

West Bank,LiputanIslam.com—Beberapa jam setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan pengakuan kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, Anggota Knesset Israel (MK), Bezalel Smotrich, menyerukan agar Trump mengambil langkah serupa atas wilayah West Bank yang sampai saat ini masih dijajah Israel.

Melalui akun Twitternya, Smotrich menulis: “Presiden Trump, terima kasih. Selama 52 tahun, kami telah berhasil di daerah West Bank. [wilayah] ini juga penting secara strategis, historis dan keamanan [bagi] Israel,”.

Dia menambahkan: “Inilah saatnya untuk mengakui kedaulatan kita atas West Bank. Insya Allah, kami akan bekerja untuk mencapai ini segera. Kami berharap dapat melihat dukungan Anda juga. ”

Presiden Trump membenarkan pengakuannya tentang kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan dengan mengklaim “itu penting secara strategis, historis dan keamanan bagi Israel”.

Banyak partai sayap kanan Israel, seperti partai Uni Nasional yang diikuti oleh Smotrich, berseru untuk mencaplok “Area C” di West Bank yang saat ini dijajah Israel. Seiring dengan pengakuan Presiden Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember 2017, partai-partai ini telah menjadi lebih kuat  dalam menyuarakan tuntutan mereka, terutama menjelang pemilihan pada 9 April mendatang.

Israel telah menginjakkan kakinya di West Bank, Yerusalem Timur, Jalur Gaza dan Semenanjung Sinai saat Perang Enam Hari tahun 1967. Meskipun ia telah mengembalikan Sinai ke Mesir di bawah perjanjian Camp David yang ditandatangani pada tahun 1979, Israel tetap mempertahankan ekspansinya di wilayah lain.(fd/memo)

DISKUSI: