Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayid Abdul-Malik al-Houthi, bersumpah untuk melanjutkan operasi militer Yaman anti-Israel, dengan dimensi yang bahkan lebih besar.
Dalam pidato yang disiarkan di saluran Al-Masirah, Ahad (15/9,) pada komentar pertamanya mengenai serangan dahsyat rudal Yaman terhadap Israel , Sayid Al-Houthi mengatakan, “Operasi kami hari ini (Ahad) melawan Israel dilakukan dengan rudal berteknologi tinggi dan melampaui sistem musuh dan mencapai jarak sekira 2.040 kilometer.”
Seperti diberitakan sebelumnya, kepanikan melanda Israel akibat serangan rudal dari Yaman yang tak tertangkal oleh sistem pertahanan udara rezim Zionis tersebut.
Layanan ambulan nasional Israel menyatakan sedikitnya sembilan orang terluka ketika mereka berusaha kabur ke tempat perlindungan.
Kebakaran melanda banyak titik lokasi di bagian tengah Palestina pendudukan, termasuk di sebuah stasiun kereta api dan pabrik.
Pemimpin Ansarullah menambahkan, “Operasi militer kami akan terus berlanjut selagi agresi dan blokade terhadap Gaza masih berlanjut. Kami terus berkoordinasi dengan poros jihad dan perlawanan, dan apa yang akan terjadi lebih besar lagi, Insya Allah.”
Di awal pidatonya, Al-Houthi memuji “kehadiran rakyat Yaman yang tiada bandingannya di dunia” pada peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.
Ditujukan kepada jutaan orang Yaman, dia mengatakan, “Anda sekalian telah menyelenggarakan perayaan terbesar di muka bumi untuk manusia yang terhebat dan terhebat, dengan penuh suka cita dan kegembiraan atas karunia dan rahmat Allah.”
Pada hari itu, Sanaa, ibu kota Yaman dibanjiri konsentrasi jutaan penduduk dalam rapat dan festival akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.
Mereka membentuk lautan manusia di lapangan Al-Sab’in, di sana selain melantunkan pujian untuk Nabi saw, mereka juga memekikkan slogan-slogan tekad mereka untuk terus membela Palestina.
Pemandangan serupa untuk perayaan peringatan yang sama juga terlihat di berbagai kota dan daerah Yaman lainnya.
Beberapa jam sebelumnya, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree membuat pernyataan terkait serangan rudal Yaman terhadap Israel, dan menyebutkan bahwa rudal yang digunakan memiliki kecepatan hipersonik.
Berikut ini adalah pernyataan Saree:
Demi membela bangsa tertindas Palestina, pasukan Rudal Angkatan Bersenjata (Yaman) telah melancarkan operasi militer kualitatif – dengan pertolongan Allah Swt- terhadap target militer musuh, Israel, di daerah Yafa (Tel Aviv), Palestina pendudukan.
Operasi ini dilancarkan dengan melesatkan rudal balistik baru hipersonik, yang – berkat pertolongan Allah- telah sukses mencapai targetnya, dan pertahanan musuh gagal mencegat dan menghadapinya.
Rudal ini menempuh jarak sekira 2.040 km dalam tempo 11 setengah menit, dan menyebabkan ketakutan dan kepanikan kaum Zionis, dan sebanyak lebih dari dua juta Zionisbergegas menuju ke tempat perlindungan.
Hal ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah musuh, Israel. Operasi ini dilancarkan dalam bingkai tahap kelima, seiring dengan upaya dahsyat pasukan rudal Yaman dalam pengembangan teknologi rudal
sehingga dapat merespon kebutuhan pertempuran dan tantangannya melawan musuh, Zionis.
Operasi ini sukses mencapai tujuannya dan menerobos semua rintangan dan sistem intersepsi di darat dan laut milik AS, Israel, dan lain-lain.
Kendala geografis, agresi AS-Inggris, serta sistem pemantauan, spionase dan intersepsi tak mencegah Yaman menunaikan kewajiban agamis, moral dan kemanusiaannya dalam membela bangsa Palestina.
Musuh, Israel, hendaklah menunggu gempuran dan operasi militer kualitatif yang akan datang.
Aksi heroik pasukan Yaman ini tak pelak membangkitkan kegembiraan dan pujian dari khalayak Arab, terlebih dari Jalur Gaza yang diratakan dengan tanah oleh pasukan brutal Zionis.
Kegembiran penduduk Yaman antara lain terlihat dalam sebuah video yang beredar luar di berbagai platform media sosial di mana beberapa pemuda Gaza berkumpul, dan salah seorang dia antara mereka memekikkan pujian mereka untuk Yaman.
“Lihatlah betapa jauhnya jarak antara kami dan Yaman, antara Israel dan Yaman. Lihatlah Timur Tengah, semuanya diam, sedangkan Yaman semuanya bergerak,” pekik pemuda itu.
“Lihatlah kezaliman ini, sudah tak apa-apa lagi, mana dunia, mana kebangkitan Arab, mana para penguasa Arab? Ayo lihat Yaman, dan lihatlah jarak antara Yaman dan kami,” sambungnya.
Dengan nada gembira, pemuda itu juga menyerukan doa, “Semoga Allah memberkahi keberagamaan Yaman, penduduk Yaman, dan Houthi.”
Dia lantas memanggil kawan-kawannya, dan berseru, “Wahai para pemuda, kalian punya pesan untuk Yaman?”
Mereka lantas sama-sama berseru, “Semoga Allah memberkahi mereka (penduduk Yaman). Semoga Allah memberkahi keberagamaan orang Yaman.”
Sementara itu, surat kabar AS The New York Times di hari yang sama melaporkan bahwa para pegiat Hamas Palestina dan Ansarullah Yaman membuka kantor bersama di Bagdad, ibu kota Irak. (mm/raialyoum/alaraby/alalam)