Serangan Rasis Trump kepada Kaum Kulit Hitam

0
158

LiputanIslam.com-“Bagaimana pun juga, kami akan mengendalikan situasi. Jika mereka mulai menjarah, kami akan menembaki mereka.” Ini bukan ucapan seorang bos gangster, tapi cuitan Presiden AS Donald Trump.

Trump telah menginstruksikan Tentara AS untuk menembak langsung warga yang memprotes pembunuhan seorang warga kulit hitam oleh polisi kulit putih.

Tak cukup memberikan instruksi ini, Trump juga menyebut para pengunjuk rasa sebagai “pencuri” dan “berandal”. Inilah yang mendorong Twitter menyembunyikan akun Trump karena telah “menyebarkan kekerasan”.

Meski demikian, Trump membuat akun baru lagi dan kembali mengunggah cuitan berbunyi “jika kalian menjarah, kami akan menembak.”

Kengototan Trump untuk meredam unjuk rasa dengan cara militer, telah memicu ketakutan munculnya perang ras di tengah masyarakat AS. Joe Biden, kandidat Demokrat untuk pilpres mendatang, mengkritik Trump melalui akun Twitter-nya.

“Dia bicara soal kekerasan terhadap warga AS, di saat mereka tengah letih dan terluka. Saya marah, jadi kalian pun harus marah,”cuitnya.

Seorang anggota DPR AS, Rashida Tlaib, mengkritik Trump dengan nada lebih pedas. Ia mencuit,”Presiden adalah seorang kulit putih rasis dan kasar.”

Dengan melihat reaksi para pengunjuk rasa atas terbunuhnya George Floyd, bisa disimpulkan bahwa mereka tak lagi memercayai ‘keadilan’ ala pemerintah rasis Trump. Inilah yang mendorong mereka turun ke jalanan dan menuntut keadilan.

Rasisme di AS bukan sebuah tuduhan, tapi merupakan sebuah fakta, yang bahkan diakui sendiri oleh Paman Sam. Biden mengakui bahwa kemarahan kaum kulit hitam AS tak boleh diabaikan.

“Kini bukan waktunya untuk menyebarkan cuitan provokatif. Krisis ini adalah krisis nasional yang membutuhkan kepemimpinan sejati, agar kita bisa melenyapkan rasisme,”kata Biden ditujukan kepada Trump.

Di lain pihak, PM Kanada juga mengakui adanya kecenderungan rasis di AS. Dalam sebuah statemen yang tak biasa, Justin Trudeau berkata kepada wartawan,”Banyak warga Kanada yang syok dan mengikuti kerusuhan di AS dengan rasa cemas. Rasisme terhadap kelompok kulit hitam adalah sebuah fakta.”

DISKUSI:
SHARE THIS: