Serangan Kelompok Teroris di Poso, Seorang Polisi Tewas

0
119

Sumber: BBC

Palu, LiputanIslam.com — Akibat serangan sekelompok sipil bersenjata yang diduga pelaku teror di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (13/12) kemarin, seorang anggota kepolisian tewas bernama Bharatu Saiful. Ia mengalami luka tembak di bagian leher belakang (pundak) dan perut.

”Bagian sini (sambil menunjuk pundak) dan satu di perut,” ujar Kapolda Sulteng Irjen Lukman Wahyu Hariyanto, saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sabtu dini hari (14/12).

Kapolda Sulteng memastikan bahwa pelaku insiden serangan tersebut merupakan kelompok sipil bersenjata yang selama ini diburu oleh pihak kepolisian, yakni dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur. Mereka adalah jaringan kelompok teroris yang bersembunyi di hutan-hutan yang ada di Poso.

Menurutnya, pada saat kejadian, sempat terjadi baku tembak antara aparat dari Satuan Tugas Tinombala dan sejumlah terduga teroris itu, namun jarak antara pos dan masjid yang relatif jauh membuat kelompok tersebut berhasil melarikan diri.

Baca juga: LPSK: Penyaluran Kompensasi Korban Terorisme Sudah 4,2 miliar

Sebelumnya, jenazah anggota Satgas Tinombala Polda Sulteng tiba di Polsek Sausu sekitar pukul 20.40 WITA menggunakan mobil jenazah dan di kawal sejumlah personel bersenjata lengkap.

Tidak lama disemayamkan di Polsek Sausu, jenazah kemudian di pindahkan ke mobil jenazah Polres Parigi Moutong untuk selanjutnya dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng untuk proses visum.

Operasi Tinombala yang melibatkan personel Polri dan TNI hingga saat ini terus melakukan kegiatan untuk mengejar sisa-sisa pelaku teror anggota MIT.

“Masih ada sembilan orang DPO pelaku teror yang sedang dikejar Tim Operasi Tinombala,” kata Kapolda Sulteng Irjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto beberapa waktu lalu.

Dari peristiwa itu, tidak mempengaruhi aktivitas warga di Kecamatan Susu, hingga kini situasi di Polsek setempat masih di jaga ketat personel Polisi. (Ay/Antara/Tempo)

DISKUSI: