Sepanjang 2019, BNPB Catat 475 Meninggal Akibat Bencana

0
114

Sumber: Sinar Harapan

Jakarta, LiputanIslam.com — Sepanjang 2019, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan 475 orang meninggal dunia dan 108 orang hilang akibat bencana.

“Sepanjang 2019, terjadi 3.622 bencana. Selain korban meninggal dunia dan hilang, 3.408 orang luka-luka dan enam juta orang mengungsi,” kata Agus saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (17/12).

Agus mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, bencana yang terjadi sepanjang 2019 hingga 16 Desember kebanyakan bencana hidrometeorologi, yaitu sebanyak 3.586 kejadian atau 99 persen. Sisanya, 36 kejadian atau hanya satu persen adalah bencana geologi.

Namun, meskipun hanya 36 kejadian, bencana geologi terutama gempa bumi menyebabkan dampak yang besar. Sepanjang 2019 terjadi gempa merusak sebanyak 29 kali.

“Akibat gempa 69 orang meninggal duia, 1.905 orang luka-luka, dan 311.874 orang mengungsi. Gempa juga menyebabkan 21.554 unit rumah rusak,” ujar dia.

Provinsi yang paling banyak mengalami bencana adalah Jawa Tengah (859 kejadian), Jawa Barat (672 kejadian), dan Jawa Timur (582 kejadian). Sedangkan kabupaten/kota yang paling banyak mengalami bencana adalah Kabupaten Bogor (128 kejadian), Kota Semarang (78 kejadian), dan Kabupaten Magelang (65 kejadian).

Baca juga: Jokowi Sebut RUU Ibu Kota Baru Akan Dimasukkan ke DPR Januari

Sementara, saat acara yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan negara wajib melindungi rakyat dan tumpah darah Indonesia karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

“Saya ingin mengutip sebuah pernyataan dalam bahasa Latin. Salus populi suprema lex, yang artinya keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” kata Doni.

Doni mengatakan BNPB sudah mempersiapkan diri dalam menghadapi musim penghujan yang bisa menimbulkan sejumlah bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung. Karena itu, BNPB mengadakan rapat koordinasi dengan mengundang dan melibatkan banyak pihak, termasuk dunia usaha. (Ay/Antara/Sinar Harapan)

DISKUSI: