Selama 2019, Tentara Israel Penjarakan 5.500 Warga Palestina

0
119

Tepi Barat, LiputanIslam.com—Sejumlah kelompok HAM Palestina melaporkan bahwa militer Israel memenjarakan lebih dari 5.500 warga Palestina, termasuk 889  anak dan 128 perempuan di sepanjang wilayah pendudukan Tepi Barat selama 2019.

Organisasi bernama Palestinian Prisoners Society (PPS) mengumumkan pernyataan ini pada akhir bulan Desember kemarin.

Kira-kira, 450 tahanan berada di bawah penahanan “administratif”, sebuah bentuk pemenjaraan tanpa pengadilan atau dakwaan. Pihak berwenang Israel juga diizinkan menahan dalam waktu hingga enam bulan, serta bisa diperpanjang tanpa batasan waktu.

Selain itu, PPS menyatakan bahwa sekitar 700 tahanan menderita berbagai macam penyakit. Terdapat 10 pasien kanker dan 200 lainnya mengalami penyakit kronis. Sebanyak lima tahanan meninggal karena kurangnya perawatan medis dan kelalaian medis yang disengaja.

“Pada tahun 2019, otoritas Israel mengintensifkan kampanye penangkapan sewenang-wenang terhadap perempuan dan anak-anak, yang menderita berbagai bentuk penyiksaan selama atau setelah penangkapan,” lapor mereka.

Tahanan anak Palestina disebutkan mengalami pelanggaran HAM yang serius seperti penangkapan pada tengah malam, atau ditahan di lingkungan yang keras. PPS menyebut tindakan itu memperlihatkan bahwa Israel mengabaikan hak untuk berpendidikan yang tertera dengan jelas di Deklarasi HAM Anak.

Laporan ini pun ditutup dengan desakan kepada Sekjen PBB Antonio Guterres untuk meluncurkan komite investigasi khusus bagi kasus kematian tahanan Palestina di penjara Israel. (ra/presstv)

DISKUSI: