Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Saudi, Kerapuhan di Balik Kekuatan

Published 10/05/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

df-3ssmLiputanIslam.com — Tidak ada yang bisa membantah bahwa Saudi Arabia, dengan kekuatan minyaknya, adalah salah satu negara yang paling berpengaruh di kawasan.

Tumbangnya rezim Hoesni Mubarak di Mesir adalah karena adanya  faktor Saudi. Suriah bisa dilanda kerusakan selama 3 tahun terakhir juga karena keterlibatan Saudi. Para pemimpin Lebanon, terutama dari blok anti-Iran/Hizbollah, akan meminta restu Saudi dalam setiap langkah politiknya. Dan ketika Saudi marah pada Qatar, semua negara Teluk pun menarik dubesnya dari Doha.

Pengaruh Saudi tampak lebih luas lagi dengan munculnya fenomena aliran wahabiah-salafiyah yang merebak di negara-negara Islam, dari Marokko hingga Indonesia. Saudi lah, patron dari semua gerakan wahabi-salafi di dunia.

Dan dalam beberapa tahun terakhir, Saudi tidak hanya ingin dihormati karena pengaruh uangnya, namun juga karena kekuatan militernya. Maka tidak heran, jika pada tahun ini Saudi menghabiskan $67 miliar, atau hampir setara Rp 700 triliun atau setara lebih dari 30% APBN Indonesia, untuk membeli perlengkapan militer. Angka itu menempatkan Saudi sebagai negara terbesar ke-4 dalam belanja perlengkapan militer, mengalahkan Inggris, Perancis, Jerman dan Jepang.

Untuk menunjukkan kekuatannya, awal bulan lalu ini Saudi bahkan memamerkan senjata barunya, DF-3, rudal balistik jarak jauh buatan Cina yang diklaimnya membawa hululedak nuklir.

Namun, sebuah tragedi yang terjadi di Sharurah, sebuah kota kecil di bagian selatan, dekat Najran membuka mata dunia. Ternyata masih ada kemiskinan dan kemelaratan di sana, sekaligus membuka mata dunia bahwa Saudi bukan negara kaya-raya yang harus dihormati.

Hari itu, Jumat 30 Agustus 2013, seorang pria membunuh istri dan 4 anaknya karena tidak tahan didera kemiskinan. Fakta ini memperkuat pernyataan intelektual Saudi, Tawfik el-Seif yang mengklaim lebih dari 10 juta penduduk Arab Saudi hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara menurut statistik yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja dan Sosial, lebih dari 3 juta orang membutuhkan bantuan pemerintah untuk menangani kemiskinannya.

Tawfik meminta rezim Saudi membantu rakyat miskin. Toh, negara ‘petro dolar’ itu punya lebih dari cukup kekayaan untuk mengatasinya. Aktivis Saudi telah meminta Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud untuk meningkatkan pendapatan semua pegawai negeri, pensiunan dan mahasiswa, serta menstabilkan harga bahan pokok. Gerakan ‘Million-Man March’ Movement bahkan menyerukan aksi massa besar-besaran di seluruh negeri untuk memprotes kemiskinan di negara petro dollar itu.

Dan wajah Saudi sebagai negara yang “tidak berdaya” semakin terbuka setelah merebaknya virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Kementerian Kesehatan Arab Saudi dalam laporan terbarunya menyatakan tidak mampu menanggulangi penyebaran virus MERS yang telah menewaskan lebih dari 120 orang itu.

Virus MERS memiliki gejala seperti virus SARS—dengan tingkat yang lebih rendah, yang menimbulkan infeksi paru-paru. Pengidapnya akan mengalami demam, batuk dan gangguan pernafasan.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan bahwa saat ini sekitar 449 orang di negara ini positif mengidap MERS. Namun hingga detik ini, Kementerian Kesehatan Saudi menyatakan tidak memiliki mekanisme apapun untuk menanggulanginya.

Ketidakmampuan Arab Saudi dalam mencegah penularan virus MERS ini terjadi di saat negara ini memiliki pendapatan besar dari hasil penjualan minyak mentah. Akan tetapi warga Saudi masih menderita di berbagai sektor termasuk jasa, kesehatan dan infrastruktur. Tewasnya puluhan orang dalam beberapa bulan lalu akibat banjir di sejumlah wilayah termasuk Riyadh, cukupes untuk menjadi bukti klaim ini.

Pendapatan negara yang besar tidak berimbang dengan laporan bahwa 70 persen warga negara ini hidup dalam kondisi perekonomian yang rapuh. Dan jika fenomena ini terus berlanjut, dalam beberapa tahun mendatang, pemerintah Riyadh tidak akan lagi mampu membendung protes yang saat ini telah menyebar ke banyak wilayah.(ca/irib)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account