Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

RUU Kontroversial Tengah dalam Pembahasan di Thailand

Published 18/04/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

thailand armyBangkok, LiputanIslam.com — Jenderal-jenderal yang merebut kekuasaan melalui kudeta tahun lalu di Thailand akan mendapat kekebalan dari penuntutan, dan sosok-sosok yang tidak terpilih dibolehkan menjadi perdana menteri. Demikian sebagian isi dari RUU kontroversial yang kini tengah dalam pembahasan pihak-pihak yang berkepentingan di Thailand.

Sebagaimana dilansir kantor berita nasional Antara dengan mengutip laporan Reuters, hari Sabtu (18/4), RUU ini akan diteliti oleh para pemangku kepentingan politik di Thailand selama lima pekan mendatang. Jika disetujui, rancangan itu akan ditetapkan oleh sebuah komite yang disebut “orang-orang bijak”, yang akan mengarahkan reformasi-reformasi yang mendapat persetujuan junta militer.

Persetujuan juga akan mengarah pada pengesahan sistem pemilihan yang dicemooh oleh para pengkritik sebagai langkah mundur dan kemungkinan akan menciptakan pemerintahan koalisi yang lemah.

Piagam Thailand yang ke-20 sejak tahun 1932 itu disusun oleh 36 anggota Komite Perancang Undang-Undang Dasar (UUD), yang ditunjuk oleh rezim militer untuk mencegah timbulnya “kediktatoran parlemen”. UUD itu menetapkan 77 saja dari 200 anggota parlemen yang dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum. Sisanya melalui penunjukan.

Pengesahan undang-undang masih jauh dari realisasi dan umpan balik masih harus ditunggu dari pihak kabinet, militer serta Dewan Reformasi Nasional sebelum rancangan dikembalikan ke Komite Perancang Undang-Undang Dasar (CDC) pada 25 Mei,  dengan kemungkinan munculnya usul-usul baru.

Banyak proposal yang diajukan komite tersebut telah diberitakan oleh media Thailand sejak para perancang UU mulai bekerja pada bulan Januari lalu. Beberapa proposal telah mendapatkan kritik tajam dari para pegiat dan partai-partai politik, yang tidak menutup kemungkinan akan melakukan boikot.

“Sekarang saatnya untuk mengatakan apakah kita akan menjalankan pemilihan,” kata Samart Kaewmeechai, seorang anggota Partai Puea Thai dan mantan anggota parlemen, kepada Reuters.

“Masih ada waktu bagi CDC untuk memperbaiki bagian utama untuk membuatnya menjadi sebuah demokrasi yang bisa diterima oleh semua pihak.”

Sebuah pasal yang menjadi perdebatan adalah soal pengampunan bagi para pelaku kudeta pada bulan Mei tahun lalu. Rancangan serupa, yang diajukan pada 2013 oleh Puea Thai, yang saat itu menjadi partai penguasa, juga menginginkan pengampunan diberikan kepada sebagian besar para pelaku pelanggaran-pelanggaran terkait politik setelah pemberontakan 2006. Pemberontakan itu memicu terjadinya unjuk rasa massal selama berbulan-bulan dan berujung pada pengambilalihan kekuasaan oleh militer.

Masalah lain yang menjadi perdebatan adalah pasal yang membolehkan seseorang tak terpilih melalui kotak pemungutan suara untuk menjadi perdana menteri, dengan syarat bahwa sosok yang bersangkutan mendapat dukungan dari dua-pertiga anggota dewan perwakilan rakyat.

Sejumlah pengulas meyakini bahwa pasal itu dirancang untuk memungkinkan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha tetap memegang kekuasaan setelah kemungkinan berlangsungnya pemilihan pada 2016.

Prayuth, jenderal yang memimpin kudeta, pada hari Jumat (17/4) menegaskan bahwa ia tidak ingin mempertahankan kekuasaan.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account