Rusia dan Ukraina Hadapi Situasi Genting

0
788

LiputanIslam.com-Sejak tahun 2014, terutama setelah digulingkannya Presiden Ukraina Viktor Yanukovich (yang dekat dengan Moskow), papan catur Ukraina berubah sedemikian rupa, yang di situ kedua belah pihak memainkan pion-pion mereka untuk men-skak lawan.

Pion yang digerakkan Barat adalah unjuk rasa yang akhirnya menggulingkan Pemerintahan Yanukovich, menyusul dihapusnya perundingan persekutuan Ukraina dengan Uni Eropa. Di sisi lain, Rusia pun menggerakan pion pertamanya, yaitu memobilisasi para separatis Rusia ke timur Ukraina (di Donbass) untuk menuntut kemerdekaan.

Presiden Rusia Vladimir Putin pun memainkan pion keduanya dan menggabungkan Semenanjung Krimea dengan Rusia. Di lain pihak, AS dan Eropa menggerakan pion pemberlakuan sanksi atas Moskow.

Pergerakan-pergerakan ini akhirnya berujung kepada Perjanjian Minsk. Bisa dikatakan bahwa kesepakatan ini terwujud sebagai buah dari kekuatan pion dan permainan Rusia.

Kurang lebih 5 tahun sudah berlalu sejak pergerakan-pergerakan ini. Barat mengambil inisiatif dengan memainkan pionnya, yaitu berusaha menggabungkan Kiev ke NATO (dengan cara menempatkan rudal-rudal balistik dan pangkalan militer AS-Eropa di dekat perbatasan Ukraina).

Rusia sadar bahwa dalam kondisi seperti ini, menggerakkan pion penempatan tentara adalah opsi terbaik yang akan melemahkan kinerja pion Barat.

Di pihak lain, AS pun menggunakan pion provokasi media, perang media, dan propaganda isu serangan Rusia ke Ukraina.

Washington dan sekutu Baratnya berusaha memprovokasi Rusia dengan cara menggerakan pion serangan, agar mereka pun bisa melakukan langkah-langkah menentukan.

Langkah berikutnya dilakukan Moskow, yang bisa disebut sebagai gerakan mengejutkan. Putin mengumumkan bahwa berdasarkan referendum 2014, Moskow mengakui kemerdekaan kawasan Luhansk dan Donetsk.

Seperti yang bisa diduga, gerakan pion Barat berikutnya adalah menjatuhkan sanksi ekonomi atas Rusia. Jerman mengumumkan bahwa proyek jalur gas Nord Stream 2 telah dibekukan.

Hingga saat ini, kedua belah pihak masih memeriksa pion-pion yang bisa dimainkan mereka.

Rusia tengah mengkaji pion-pionnya, terutama penguatan kondisi baru, yaitu kemerdekaan Donbass dan runtuhnya Perjanjian Minsk. Juga ada pion lain yang lebih berbahaya, yaitu serangan total ke Ukraina (Rusia khawatir jika Ukraina menjadi negara nuklir dan bergabung dengan NATO).

Papan catur Ukraina saat ini dalam situasi yang di situ para pemain telah melangkah dari menggerakkan pion-pion biasa ke tahap memainkan pion-pion utama. (af/alalam)

DISKUSI: