Rupiah Stagnan di Level Rp 14.241 per Dolar AS

0
126

Sumber: harnas.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (13/6) pagi stagnan di posisi Rp 14.241 per dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, rupiah melemah 2 poin atau 0,02 persen menjadi Rp 14.241 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.239 per dolar AS.

Menurut Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada di kisaran Rp 14.200-14.305 per dolar AS dengan kecenderungan menguat.

Baca: Jelang Lebaran, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.380 per Dolar AS

Dini mengatakan, kecenderungan penguatan rupiah dipicu oleh rilis data inflasi AS hanya sebesar 0,1 persen pada bulan lalu. Angka inflasi tersebut sebenarnya sudah sesuai dengan ekspektasi pasar, namun mengonfirmasi ada perlambatan dari bulan sebelumnya sebesar 0,3 persen.

“Perlambatan ini semakin memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed,” ujarnya, Kamis (13/6).

Dia menyampaikan, pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi oleh potensi berkembangnya eskalasi perang dagang dari AS. Saat ini, pasar membaca perang dagang juga akan dilancarkan Presiden AS Donald Trump ke Jepang dan Eropa. Sebelumnya perang dagang dilancarkan ke China.

Terkait sentimen dalam negeri, dia menilai, sentimen baru akan muncul pada pekan depan jelang pengumuman tingkat suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI).

“Meski kelihatannya belum waktunya BI menurunkan suku bunga karena menunggu The Fed lebih aman,” kata dia.

Pada hari ini, sejumlah mata uang Asia mengalami penguatan, seperti Dolar Singapura yang menguat 0,02 persen, dolar Hong Kong 0,03 persen, dan baht Thailand 0,05 persen.

Sedangkan, beberapa mata uang lainnya justru melemah, seperti won Korea Selatan yang melemah 0,17 persen, ringgit Malaysia minus 0,12 persen, yen Jepang minus 0,01 persen, dan peso Filipina minus 0,01 persen.  (sh/cnnindonesia/tempo)

 

DISKUSI: