Rupiah Menguat di Level Rp 14.450 per Dolar AS

0
176

Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (17/5) pada penutupan perdagangan Jumat (17/5) menguat 1,5 poin ke level Rp 14.450 per Dolar AS dibandingkan perdangan sebelumnya.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah melemah dari level Rp 14.458 per dolar AS ke level 14.469 per dolar AS. Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.541- Rp 14.397 per dolar AS.

Sebelumnya, berdasarkan data Bloomberg, pada siang ini pukul 11.40 WIB di pasar spot exchange, rupiah sempat melemah 13,5 poin (0,09 persen) dari penutupan sebelumnya.

Mata uang Asia yang mengalami pelemahan termasuk won Korea Selatan yaitu 4,4200 poin (0,37 persen) mencapai 1,195 won per dolar AS, rupe India melemah 0,1275 poin (0,18 persen) mencapai 70,16 per rupe India, renmimbi Tiongkok melemah 0,0294 (0,43 persen) mencapai 6,9131 per dolar AS.

Baca: Core: Rupiah Melemah Akibat Kondisi Global

Selain itu, dolar Singapura terhadap dolar AS juga melemah 0,0030 poin (0,22 persen) menjadi 1,3755 per dolar AS, peso Filipina melemah 0,1660 poin (0,32 persen) menjadi 52,66 per dolar AS, ringgit Malaysia melemah 0,0127 poin (0,30 persen) menjadi 4,1772 per dolar AS, dan baht Thailand melemah 0,0680 (0,21 persen) menjadi 31,74 per dolar AS.

Sementara itu, mata uang Asia yang mengalami penguatan adalah Yen Jepang yaitu  0,2200 poin (0,20 persen) menjadi 109,63 yen per dolar AS, dan dolar Hong Kong yang menguat 0,0003 poin (0,00 persen) menjadi 7,8493 per dolar AS.

Berdasarkan Reuters, Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi guna menjaga nilai tukar rupiah agar tidak melemah semakin dalam pada hari ini.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, BI telah melakukan intervensi ganda di pasar valas dan pasar Surat Berharga Negara (SBN). Intervensi ini akan terus dilakukan untuk menjaga nilai tukar rupiah.

Tekanan rupiah terbesar dipicu oleh faktor eksternal, yaitu perang dagang AS-China yang semakin memanas, dan adanya pergeseran arus modal dari negara emerging market ke negara maju. (sh/cnbcindonesia/beritasatu)

 

DISKUSI: